RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label hasil pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hasil pertanian. Tampilkan semua postingan

Petani Tangkap Peluang Ekspor

Posted by Flora Sawita Labels: , ,

Bogor. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) Rahmat Pambudi mengajak para petani dapat menangkap peluang terbuka pasar ekspor berbagai komoditas hasil pertanian ke mancanegara.
"Pasar ekspor sangat terbuka. Kami berharap dan mengajak, agar para petani dan semua pelaku agribisnis menangkap peluang ini sebaik-baiknya," katanya di Bogor, Jawa Barat, Senin (13/2).
Menurut dia, para petani perlu meningkatkan partisipasinya dalam menangkap peluang ekspor, agar kesejahteraan mereka meningkat. Peningkatan ekspor diyakini akan berimbas besar pada geliat sektor pertanian.

Selain itu, menurut Rahmat Pambudi yang juga mantan Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (PP LP2NU) PBNU, peningkatan ekspor produk pertanian akan meningkatkan daya saing industri pertanian nasional ke depan, sehingga nilai tambah yang didapat petani bisa mengalami peningkatan.

"Peningkatan daya saing pertanian akan membangkitkan kesejahteraan dan taraf hidup para petani. Karena itu, HKTI mendorong, agar masyarakat menangkap peluang ekspor sebaik-baiknya," kata dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB itu," katanya.

Rahmat mengatakan, saat ini banyak negara yang membutuhkan berbagai komoditas pertanian dari Indonesia. Singapura misalnya, sangat membutuhkan komoditas kentang. Begitu juga dengan negara-negara lain, banyak yang berminat mendatangkan hasil bumi khas Indonesia. "Dari negara-negara ASEAN saja "banjir" permintaan ekspor berbagai komoditas pertanian. Begitu juga dengan negara-negara Timur Tengah, Afrika maupun Eropa, sangat berminat membeli hasil bumi kita," katanya.

Rahmat mengatakan, banyak peluang eskpor produk-produk pertanian yang belum ditangkap oleh para petani, sehingga direbut negara-negara lain. Masalah yang dihadapi, antara lain menyangkut volume dan jaminan kelangsungan ekspor yang masih belum bisa diatasi petani.

Selain banyak permintaan dari mancanegara, pihaknya menyampaikan apresiaasi pada pemerintah karena terus mendorong berbagai kemudahan proses karantina dan pengiriman barang hingga negara tujuan. "Dukungan penuh Pemerintah terhadap para petani perlu segera dimanfaatkan, agar pertanian kita terus menggeliat dan memiliki daya saing tinggi," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Hortikultura Nasional (DHN) Benny A Kusbini menambahkan, pihaknya telah menyosialisasikan berbagai informasi peluang ekspor ke para petani. "DHN selalu aktif menyampaikan berbagai informasi terbaru dan peluang ekspor ke petani di berbagai daerah," katanya.

Dalam kapasitas selaku eksportir dan Presiden Direktur PT Mitrataani Agro Unggul, Benny mengaku, pihaknya kini tengah membina para petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan untuk memenuhi permintaan hasil pertanian dari mancanegara. "Kami kini tengah membina para petani di berbagai daerah dengan total luas lahan mencapai ribuan hektare, untuk budidaya berbagai komoditas," katanya.

Pada akhir pekan lalu, pihaknya mengirimkan sebanyak 27 ton komoditas kentang dengan tujuan Singapura. "Kami rutin ekspor komoditas pertanian. Dalam sepekan minimal dua kali ekspor dengan tujuan utama Singapura," kata Benny. (ant)

Daya Saing Produk Pertanian Harus Terus Ditingkatkan

Posted by Flora Sawita Labels: , ,

Jakarta. Pmerintah harus terus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional untuk menghadapi serbuan produk impor. Pasalnya, naiknya daya saing produk pertanian akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikatakan anggota Komisi IV DPR Hermanto di Jakarta, Kamis (19/1), menanggapi terjadinya surplus perdagangan komoditas pertanian nasional selama Januari-September 2011 yang mencapai US$ 17,02 miliar atau naik 44,2% dari 2010.

Menurut anggota DPR dari Dapil Sumatera Barat tersebut, pencapaian kinerja ekspor ini harus terus ditingkatkan khususnya untuk komoditas pertanian yang dihasilkan oleh kebun-kebun rakyat.

"Bahkan dengan terjadinya pertumbuhan PDB pertanian mencapai 3,07% yang lebih tinggi dibandingkan 2010 sebesar 2,86%, harus terus memacu pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dengan mengoptimalkan peran para penyuluh pertanian," ujarnya.

Sebagaimana terdapat di dalam UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, secara jelas dinyatakan bahwa tentang fungsi sistem penyuluhan diantaranya memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha, mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya.

"Dengan demikian, kedepan peran dan fungsi penyuluh pertanian perlu terus ditingkatkan tidak sebatas menfasilitasi pelaksanaan program-program peemrintah. Namun lebih dari itu harus mulai dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian yaitu produk dengan kualitas tinggi yang dihasilkan dari sebuah proses yang efisien," katanya.

Sementara berdasarkan data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian, hingga Agustus 2011 ekspor komoditas pertanian nasional mencapai US$ 25,13 miliar, sedangkan impor sebanyak US$ 11,08 miliar atau masih surplus US$ 14,05 miliar.

Sedangkan dari segi volume, ekspor komoditas pertanian mencapai 17,3 juta ton dan impor sekitar 15,86 juta ton, sehingga mengalami surplus 1,49 juta ton. Mengenai investasi pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan subsektor perkebunan, Mentan Suswono menyatakan pada tahun lalu mencapai Rp 8,3 triliun atau US$ 1,03 miliar. (ant)

Investasi Pertanian Belum Signifikan Tingkatkan Produksi

Posted by Flora Sawita Labels: , ,

Jakarta. Pemerintah mengakui bahwa investasi untuk berbagai program pembangunan pertanian yang sepanjang 2011 nilainya mencapai Rp17,6 triliun belum berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi pada sektor tersebut.
Saat membuka rapat kerja nasional pembangunan pertanian 2012 di kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (11/1), Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan capaian produksi berbagai komoditas prioritas secara umum bahkan mengalami sedikit penurunan selama 2011.

Menurut angka ramalan III Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi selama 2011 hanya sekitar 65,39 juta ton gabah kering giling (GKG) atau lebih rendah 1,63 persen dibandingkan dengan produksi 2010.

Sementara produksi jagung diperkirakan menurun 5,59% dari 2010 menjadi 17,2 juta ton pipilan kering dan produksi kedelai sebesar 870 ribu ton biji kering, atau 4,08% lebih rendah dibanding produksi 2010. Sebanyak 447,3 ribu hektare areal perkebunan tebu di berbagai wilayah, pada 2011 juga hanya mampu menghasilkan 2,23 juta ton gula kristal putih atau 82,59% dari target yang telah ditetapkan pemerintah.

"Padahal kalau rendemen tebu bisa sampai 10 persen saja produksi gula bisa lebih dari empat juta ton. Masalah-masalah ini perlu dicarikan jawaban," kata Suswono. Dari berbagai komoditas utama pertanian, hanya produksi daging ternak yang menunjukkan peningkatan. Menurut data pemerintah, produksi daging ternak lokal tercatat 292,45 ribu ton pada 2011, meningkat cukup tajam dibandingkan 2010 yang hanya sebanyak 195,82 ribu ton. "Berbagai upaya telah kami tingkatkan selama 2011, namun angka-angka produksi tersebut memberikan sinyal bahwa kualitas pelaksanaan kegiatan belum memuaskan," kata Mentan. (ant)

"Wine" Rasa Ubi Jalar dari Bali

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,
















DENPASAR.
Bali akan memproduksi sirup atau minuman (wine) dan es krim menggunakan bahan baku ubi jalar secara besar-besaran mulai 2012 mendatang. Sasaran produksinya tidak hanya pasar dalam negeri, tapi juga luar negeri.

"Produksi ketiga jenis produk itu kini dalam uji coba dan merupakan hasil penelitian yang dilakukannya selama tujuh tahun," kata Guru besar Universitas Udayana, Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta di Denpasar, Selasa (27/12/2011).

Dewa mengatakan, penelitian selama tujuh tahun itu bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 miliar.

"Ketiga jenis mata dagangan baru itu sudah siap diproduksi besar-besaran. Pabriknya berlokasi di Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali," ujar Dewa.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengurus ketiga hasil penelitiannya itu untuk mendapatkan hak paten ke Kementerian Kehakiman dan HAM. Ketiga hak paten tersebut meliputi pembuatan sirup, minuman dan es krim yang berbahan baku dari berbagai jenis umbi-umbian, khususnya ketela rambat ungu. Ia berharap, pengembangan berbagai jenis tanaman umbi-umbian, jika diimbangi upaya pengolahan akan mampu menghasilkan jenis makanan bergengsi, sejajar dengan junk food yang marak dijual di pusat-pusat perbelanjaan.

"Pengolahan ketela rambat ini sudah membuahkan hasil yang cukup disenangi konsumen, termasuk wisatawan saat menikmati liburan di Bali," tutur Dewa.

Ia mengatakan, teknologi pengolahan menjadi makanan bergengsi itu tidak begitu rumit. Dengan modal yang juga tidak begitu besar, upaya ini hanya diperlukan ketekunan, keuletan, serta mengutamakan faktor kebersihan dalam proses produksi.

"Terobosan seperti itulah yang diperlukan untuk mengangkat dan memanfaatkan potensi lokal, yang akhir-akhir ini kurang dikembangkan petani, karena sulit dalam bidang pemasaran," tutur Dewa.

Kuliner Nusantara Berpotensi Mendunia

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,










POTENSI kuliner Indonesia cukup besar. Selain menjadi identitas budaya, juga diyakini mampu mendorong perekonomian nasional.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menjelaskan, kekayaan beraneka produk pangan menjadikan Indonesia kaya akan potensi kuliner. "Potensi produk pangan Indonesia sangat besar karena memiliki cita rasa hampir serupa dengan negara di kawasan ASEAN lainnya dengan keunikan dan lebih beragam," katanya saat membuka Pameran Pangan Nusa 2011 di Nusa Dua, Bali, baru-baru ini.

Menurutnya, ada potensi ekonomi luar biasa dalam kuliner Nusantara. Krisnamurthi pernah membuktikannya dengan membuat semacam kuis di social media tentang makanan khas yang dikenal di restoran Indonesia.

Banyak jawaban masuk, mulai rendang, nasi goreng, gudeg, hingga gado-gado. Bahkan, dia pernah menghitung potensi ekonomi yang cukup besar dalam bisnis warung tegal (warteg).

"Uang yang berputar di Warteg di Jakarta, satu bulan nilainya mencapai Rp450 miliar," sebutnya.

Karena itu, jika makanan khas bisa diangkat sebagai identitas sebuah daerah, maka ke depan akan berdampak positif bagi perekonomian lokal. Peran Usaha Kecil Mikro (UKM) juga penting dalam mengenalkan atau mempromosikan potensi kuliner Indonesia, tidak hanya ditingkat regional, nasional, juga global.

Dalam pameran yang mengusung tema "Suguhkan Kuliner Nusantara di Kancah Regional" tersebut, dia menegaskan, kuliner bermakna sebagai bentuk identitas dan memperkuat ekonomi masyarakat. Mempromosikan Indonesia bisa lewat makanan, dan pada akhirnya, makanan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal. Rendang dan nasi goreng adalah bukti nyatanya.

Ia juga mengajak keluarga di Indonesia agar memperkenalkan menu-menu dalam negeri kepada anak-anak sejak dini. Jangan sampai masyarakat atau orangtua justru mengajak keluarganya ke rumah makan atau restoran siap saji merek asing.

Kegiatan pameran pangan yang digelar hingga Sabtu, 5 November 2011 menampilkan sebanyak 132 anjungan dengan menghadirkan berbagai produk pangan khas Nusantara

Tips Ampuh : Batasi Konsumsi Harian 4 Makanan Ini

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,











TERNYATA
tidak semua makanan yang dianggap sehat baik dikonsumsi setiap hari. Bila terlalu banyak, malah bisa membahayakan atau justru merugikan, khususnya bagi Anda yang tengan menjaga berat badan. Bukannya menurunkan malah bisa menambah berat badan. Jadi, makanan apa saja yang sebaiknya konsumsinya dihindari setiap hari?
1. Segelas susu

Susu memang menyehatkan dan melengkapi kebutuhan nutrisi, tapi bila diminum setiap hari malah bisa merugikan. Jika Anda terbiasa minum segelas susu sebelum tidur, saat sarapan, atau bahkan sebagai camilan di malam hari, coba hindari minum susu selama sebulan. Niscaya Anda akan melihat suatu perbedaan, yakni tidak lagi sering lesu, berat badan menurun, dan kulit lebih bersih. Coba saja.

2. Makanan manis setelah makan

Banyak yang terbiasa mengunyah sesuatu yang manis sehabis makan. Padahal kebiasaan itu benar-benar tidak diperlukan karena hanya menambah gula saja di dalam tubuh. Ubah kebiasaan dengan memakan makanan penutup yang manis hanya di saat-saat tertentu seperti saat pesta atau akhir pekan saja.
3. Karbohidrat untuk camilan malam

Seberapa sering Anda merasa lapar di waktu antara makan siang dan makan malam? Makanan ringan di malam hari bisa menghambat usaha diet. Oleh karena itu, lebih baik ganti camilan berkarbohidrat dengan makanan yang mengandung protein dan lemak sehat seperti kacang-kacangan sehingga Anda tetap tak akan kelaparan menunggu waktu makan malam.
4. Kentang

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang digelar oleh Harvard menemukan bahwa kentang adalah makanan yang dipastikan menambah berat badan secara signifikan. Jika Anda membuat makanan olahan kentang, coba seimbangkan dengan banyak sayuran.

Berita Pertanian : Permintaan Buah Tumbuh 15 Persen Per Tahun

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

Jakarta. Kenaikan nyata pendapatan masyarakat berpengaruh positif terhadap permintaan buah-buahan secara nasional dalam lima tahun terakhir, karena kenaikan permintaan komoditas hortikultura itu juga meningkat berkisar 12-15 persen pertahun.

Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Senin, mengatakan, "Permintaan buah-buahan di dalam negeri tersebut seiring dengan naiknya tingkat konsumsi buah di masyarakat."

"Kenaikan pendapatan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan merupakan pendorong peningkatan permintaan buah-buahan," katanya.

Dia menjadi partisipan kunci dalam gelaran Obrolan Santai Gemari Buah-buahan Indonesia, yang digelar Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor. Gelaran itu dilaksanakan untuk meningkatkan konsumsi buah domestik.

Ketua Panitia Pelaksana gelaran itu, Ahmad Mukhlis Yusuf, mengatakan, pada acara tersebut akan dibagikan 20.000 bibit buah-buahan dan disediakan 100 gerobak berisi buah-buahan domestik.

"Kita juga akan mengusulkan kepada pemerintah agar ditetapkan Hari Buah Nasional serta memanfaatkan buah-buah lokal untuk konsumsi pada acara-acara resmi pemerintah/kenergaraan," katanya.

Pada tahun lalu produksi buah nasional 19,03 juta ton sedangkan impor hanya 667 ribu ton sementara ekspor buah Indonesia 276 ribu ton. Ekspor buah nasional terdiri dari manggis, nanas, mangga, dan rambutan yang semuanya buah-buahan musiman.

"Impor buah sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan produksi nasional yakni hanya 3,5 persen pada 2010," katanya.

Menyinggung pola konsumsi buah-buahan di dalam negeri, Krisnamurthi menyatakan, adalah buah-buahan untuk konsumsi rumah tangga, buah meja, konsumsi sehari-hari, dan buah-buahan bagi aspek kesehatan.

Buah yang dikonsumsi untuk buah meja itu berupa pisang, jeruk, apel, pepayan, salak dan pir. Pangsa konsumsi buah untuk rumah tangga ini, menurut dia, mencapai 35-40 persen dari total konsumsi buah-buahan nasional.

Kemudian konsumsi hotel, restoran, dan katering yang mencapai 20 persen dari konsumsi buah nasional umumnya meliputi pepaya, semangka, melon, nanas dan alpukat.

Sedangkan konsumsi buah untuk industri mencapai 30 persen, antara lain pada industri jus, minuman dan lain-lain jenisnya seperti jeruk, apel, mangga dan jambu.

Sementara itu konsumsi buah musiman atau eksotik yakni untuk acara atau musim tertentu hanya 10 persen.

"Konsumsi buah ini umumnya buah yang hanya ada secara musiman seperti mangga, durian, buah naga, sawo dan rambutan," katanya.

Upaya pemerintah memenuhi pertumbuhan permintaan buah-buahan baik pasar domestik atau internasional ini tetap digiatkan namun Indonesia masih terkendala musim sehingga tak mampu memproduksi secara sinambung.

"Padahal permintaan buah-buahan di pasar dunia tidak mengenal musim dan menuntut pasokan yang stabil," katanya.

Dia memberi ilustrasi Cina yang mampu memasok pasar buah dunia, karena negara itu terdiri dari dua bagian yakni utara dan selatan dengan musim panen buah berbeda.

"Kondisi tersebut mengakibatkan Cina mampu memasok pasar buah dunia secara sinambung sepanjang tahun," katanya.

Indonesia tidak Miliki Jaringan Data Stok Pangan

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

JAKARTA. Para Menteri Pertanian yang tergabung dalam G-20 menyepakati transparansi ketersediaan stok dunia lewat bank data. Permasalahannya, Indonesia hingga kini belum memiliki jaringan data tentang ketersediaan stok dalam negeri.

Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian Zaenal Bachruddin mengakui, Indonesia memang belum memiliki informasi tentang ketersediaan pangan tiap daerah. Hal ini menyebabkan maraknya spekulan di pasar pangan domestik.

"Tidak ada informasi tentang ketersediaan pangan secara nasional. Karena ketersediaan di Perum Bulog dan swasta belum terkoneksi dengan baik. Mereka belum ada keterbukaan tentang ketersediaan pangan yang dimilikinya," ujar Zainal, Sabtu (25/6).

Menurut Zainal, pihaknya telah membuat model jaringan untuk memberikan informasi tentang data pangan. Jaringan tersebut sekaligus mengkoneksikan antara ketersediaan Perum Bulog dengan swasta.

"Namun, kami masih terkendala pada sistem pendanaan. Diperlukan dana untuk penyediaan hard ware dan software pada tiap dinas pertanian di Indonesia. Bila ada APBNT, maka sistem jaringan pangan itu akan segera selesai. Pokoknya target jaringan informasi selesai pada tahun 2012," tandasnya.

Selain itu, kata Zainal, pihaknya masih bingung untuk melakukan ujicoba penerapan. Jaringan informasi itu akan diterapkan pada daerah lumbung pangan atau langsung di seluruh wilayah Indonesia.

"Yang pasti untuk sementara ini, kita menjalin kerjasama dengan lembaga I-Pasar (Indonesia Pasar). Dengan adanya informasi ketersediaan produksi nasional, bisa jadi Indonesia dapat melakukan ekspor dan mengurangi para spekulan," klaimnya.

Kebijakan berbeda justru diberikan oleh Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti. Dia mengatakan, deklarasi Action Plan para Menteri Pertanian G20 bersifat umum. Penerapannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Menurutnya, Indonesia sudah mengambil beberapa inisiatif. Indonesia mengusulkan agar lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan membentuk jaringan regional di Asia Timur dan Asia Tenggara.

"Jaringan lembaga penelitian dan pengembangan tersebut akan berkolaborasi dengan Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) dan perlu didukung oleh Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI). Jaringan penelitian dan pengembangan ini diharapkan mampu mengembangkan GM Seed (bibit-bibit hasil modifikasi genetis)," terang Bayu.

Peluang Usaha Pertanian : Jualan makanan di dunia maya, penghasilan tetap nyata

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,


Media online tak hanya cocok untuk bisnis busana atau elektronik. Usaha makanan basah, seperti siomay dan pempek pun bisa menuai sukses dipasarkan lewat dunia maya. Bahkan, hasilnya bisa lebih menggiurkan daripada gerai sungguhan.

Bisnis secara online memang terlihat mudah. Tinggal duduk manis di depan komputer atau memantau telepon genggam yang terkoneksi internet, bisnis pun bisa berjalan.

Meski begitu, tak sedikit yang gagal. Mungkin saja, itu karena barang yang dijual kurang menarik atau memang sang pedagang online tidak fokus menjalankan bisnisnya. Tapi, tak sedikit pula yang berhasil. Misalnya, Akung Krisna, si pemilik Siomay Onlen, dan Anton Huang, juragan Pempeklenjer.com.

Peluang bisnis online sangatlah terbuka lebar. Masyarakat semakin teredukasi dengan kemajuan teknologi dan mulai melek internet. Pemilik telepon seluler yang mampu terkoneksi dengan internet pun tambah banyak karena harga ponsel dan ongkos internet yang semakin terjangkau. “Dengan media online, jangkauan konsumen lebih luas. Yang dari Bekasi atau Bintaro tetap bisa terjangkau meski saya di Kebayoran Lama,” tutur Akung.

Berkat keseriusan dalam menjalankan usaha ala online ini, omzet yang didapat juga cukup besar. Anton, yang mulai menawarkan pempeknya secara online pada 2008, bisa menuai omzet Rp 15 juta per bulan. Awal berbisnis, omzet yang didapat hanya Rp 4 juta–Rp 5 juta per bulan. “Sekarang per hari minimal dapat Rp 500.000,” ungkap Anton. Pempek Anton dijual Rp 60.000 per kilogram.

Sementara itu, Akung, yang baru memulai berjualan siomay secara online setahun lalu, mampu meraih omzet Rp 14 juta per bulan. Akung beruntung karena dalam dua minggu pertama berjualan ia sudah bisa mendapat order 1.500 porsi siomay. Akung menjual siomaynya Rp 7.000 per porsi. Seperti usaha makanan lainnya, margin keuntungan yang didapat dari usaha siomay dan pempek ini lebih dari 50%.


Modal minim

Apakah Anda termasuk orang yang ingin punya usaha tapi modal minim? Jika ya, usaha online seperti Akung dan Anton bisa jadi solusi. Cukup memiliki komputer yang terkoneksi internet, alat transportasi, dan alat telekomunikasi, Anda sudah bisa menjalankan usaha ini. Untuk membeli barang-barang tersebut, paling-paling, Anda hanya menghabiskan sekitar Rp 20 juta. “Tapi biasanya, barang-barang itu kan sudah ada di rumah,” kata Akung.

Selain itu, modal awal untuk pembelian bahan baku yang harus disiapkan hanya sekitar Rp 2,5 juta–Rp 5 juta. Oh, iya, bila yang dijual adalah makanan basah, seperti siomay atau pempek, Anda harus memiliki freezer yang bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 3 juta.

Anton menilai, usaha ini sangat cocok buat calon pengusaha yang bermodal kecil dan takut risiko. Modal bisa kecil karena ada banyak biaya yang dipangkas. Misalnya, Anda tak perlu susah-susah menyewa lokasi atau menanggung biaya merenovasi tempat usaha. “Kalau usaha via website cukup siapkan Rp 350.000 saja untuk sewa hosting (sewa ruang penyimpanan data) per tahun,” katanya. Itu bisa saja sudah termasuk uang sewa nama situs (nama domain) setahun. Sementara itu, kini, biaya pembuatan situs juga sangat murah, bisa hanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

Bandingkan seandainya harus menyewa tempat usaha. Harga sewa satu lokasi ukuran 35 meter persegi (m²) di daerah Slipi, Jakarta, saja bisa mencapai Rp 35 juta setahun. Ini belum termasuk biaya renovasi, dan gerobak. “Gerobak siomay kita, ya, komputer dan telepon genggam saja,” jelas Akung.

Biaya lain yang bisa dipangkas adalah biaya pembelian peralatan dan perlengkapan gerai. Andaikan ada warung nyata, Anda harus membeli peralatan, seperti piring, gelas, dan sendok, untuk penyajian makanan. Plus, harus ada meja kursi untuk konsumen. Setidaknya, untuk biaya peralatan dan perlengkapan ini, Anda bisa irit Rp 7 juta-Rp 10 juta. “Tapi, omzet yang dihasilkan bisa lebih besar dibandingkan dengan warung offline. Balik modalnya juga lebih cepat bisnis online,” ujar Akung.


Persiapan usaha

Untuk memulai bisnis online tentu Anda harus tahu bagaimana mengoperasikan komputer dan ponsel. Tapi, itu gampang. “Tak ada keahlian khusus yang harus dipelajari soal komputer. Kalau mau jual via jejaring sosial, ya, paling tidak harus tahu bagaimana menggunakannya,” papar Akung.

Konsultan bisnis online dari Success Professional Learning Center Andhika Wijaya Kurniawan mengingatkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan calon pengusaha online. Pertama, soal produk yang akan dijual. “Jangan menjual makanan yang cepat basi. Kalaupun makanan basah dan ada risiko basi harus dibatasi wilayah pengirimannya,” ujar Andhika. Selain itu, berikan juga petunjuk kepada konsumen tentang bagaimana menyajikan makanan setelah sampai tujuan bila melalui proses pengiriman yang memakan waktu lebih dari satu hari.

Kedua, tentukan media yang akan digunakan, apakah menggunakan jejaring sosial Facebook, Twitter, atau menggunakan website. “Kalau perlu, ketiganya dipakai semua, jadi bisa maksimal. Dengan Facebook, kita bisa menjaring komunitas lebih banyak yang kemudian diarahkan ke website untuk melihat profil dan informasi yang lebih banyak tentang produk yang ditawarkan,” jelasnya. Menurut Andhika, tampilan foto produk yang menarik di website akan sangat membantu meyakinkan calon konsumen.

Namun, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Bila kapasitas produksi belum memadai, jangan memanfaatkan semua media tersebut. Pilih salah satu saja supaya pesanan tidak overload dan bisa mengakibatkan konsumen kecewa. “Saya sendiri hanya pakai satu media, yaitu Facebook. Selain produksi masih terbatas, tenaga kerjanya juga masih terbatas,” kata Akung, yang hanya mempunyai dua karyawan. Dengan fokus pada satu media, pemantauan bisnis lebih mudah. Jangan lupa berikan data lengkap toko online Anda, seperti nomor telepon dan alamat.

Untuk memperkenalkan usaha yang dilakoni, Anda bisa menggaet kolega terlebih dari dulu. Dengan cara itu, satu per satu, calon konsumen akan terkumpul. Tidak menutup kemungkinan, kolega itu akan jadi sumber informasi dari mulut ke mulut sehingga usaha online Anda akan semakin dikenal.
Ketiga, bangun kredibilitas. Ini penting demi kepuasan dan demi untuk mempertahankan pelanggan. “Pengiriman barang harus tepat waktu dan jaga kemasan tidak rusak,” kata Andhika. Andhika bilang, bila jangkauan pengiriman barang sudah intens ke luar kota, ada baiknya, Anda bekerjasama dengan jasa ekspedisi pengiriman barang. Tujuannya, dengan menjadi pelanggan pengiriman, tenaga ekspedisi akan datang ke rumah.

Keempat, bangun komunikasi dengan pelanggan. Misalnya hubungi mereka dan pastikan barang sudah sampai. Selain itu, bila sudah mendapatkan konsumen jangan dilepas begitu saja. Bangun silaturahmi.

Harap dicatat, usaha makanan basah lewat online berbeda dengan bisnis baju atau elektronik secara online. Makanan basah bisa basi, sedang baju atau elektronik tidak. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan jangkauan pemasaran makanan yang dijual. “Pesanan pempek saya ada dari Jayapura dan Aceh, tapi karena waktu pengiriman yang panjang, yang memungkinkan pempek basi pas di tempat tujuan, pesanan itu saya tolak,” ujar Anton.

Patut Anda perhitungkan apakah makanan yang Anda siapkan itu selalu ada atau Anda hanya berproduksi ketika ada pesanan. Ini penting supaya konsumen bisa memaklumi bila pesanannya itu tidak bisa datang pada hari itu juga. “Kami produksi kalau ada order saja. Pesan hari ini, akan kami antar sesuai pesanan tapi tidak bisa hari itu juga,” kata Akung.

Akung bilang, bila ada pesanan di luar rute yang dilalui, ia akan mengenakan ongkos kirim. Misalnya, hari ini, rute yang dilalui daerah Bekasi, Cibitung, dan Cikarang, maka pesanan di Bintaro akan dikenai ongkos kirim. “Ongkir (ongkos kirim) ini harus didiskusikan dengan konsumen. Seandainya cocok baru diorder,” ujarnya. Akung mengaku, dengan media online ini, jangkauan konsumen menjadi lebih luas. Bahkan, ada pesanan dari Jepang dan Qatar. Tapi pesanannya tidak untuk dikirim ke negara tersebut, melainkan dikirim ke sanak saudara di Jakarta dan sekitarnya.


Risiko dan tantangan

Kini, penggiat usaha makanan online memang kian banyak. Namun, asal bisa memberikan kepuasan pelanggan, Anda tetap akan jadi pilihan utama pelanggan. Akung selalu memperhatikan betul kepercayaan pelanggan dan citarasa siomaynya. Akung sendiri terbilang cukup berani untuk tidak mematok uang muka dalam pembelian siomaynya. Padahal, bisnis online sarat dengan penipuan.

Akung hanya meminta alamat jelas dari di pemesan siomay. “Biasanya memang dibayar waktu ada transaksi karena kebetulan jangkauan kita masih di dalam kota, jadi bisa diantar karyawan,” ujarnya. Nyatanya, dengan sistem itu, Akung belum pernah mengalami pengalaman buruk seperti penipuan.

Sementara, karena paling banyak mengirim keluar kota, Anton menerapkan sistem bayar di muka, baru barang dikirim. “Kadang usaha online sendiri banyak penipuan. Untuk menyakinkan konsumen bahwa kami benar-benar ada, kami minta pelanggan menyampaikan testimoninya di website kami,” ujarnya.

Tak lupa pula, pertahankan citarasa. Akung menyadari makanan itu soal selera, jadi dia sendiri tidak pernah bilang kepada konsumennya bahwa siomaynya paling enak. Yang harus diperhatikan adalah konsistensi takaran bahan ikan dan tepung saja sehingga tidak mengubah citarasa. “Soal rasa serahkan pada konsumen. Toh, mereka akan komentar sendiri di dinding FB (Facebook),” ujarnya.

Persaingan bisnis ini cukup sengit. Gerai riil siomay atau pempek cukup banyak. Jadi, harus ada kelebihan produk Anda yang Anda tonjolkan. “Kami mencoba tampil beda dengan pempek lain. Isi pempek kapal selam kami dari telur bebek sehingga lebih gurih, tapi harga terjangkau,” ujar Anton.

Anton yakin, karena jenis makanan yang dijualnya merupakan makanan khas, potensi pasarnya masih besar. Sasarannya, kan, memang di luar kota Palembang,” katanya. Pemesan pempek Anton dari Jakarta cukup banyak. Sementara, kebanyakan pelanggan Akung adalah para pegawai kantoran di Jakarta dan sekitarnya.

Tentu saja, Anda harus perhatikan harga untuk mengantisipasi persaingan. Bisa jadi, harga siomay Akung lebih mahal dibandingkan siomay gerobak dorong. Tapi dengan harga Rp 7.000 itu, sudah bebas ongkos kirim. Si konsumen juga tidak perlu meninggalkan pekerjaannya untuk makan.

Resep Makanan : Calamari Goreng Tepung

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,












Bahan-bahan yang digunakan:

  • 500 gr cumi besar, bersihkan
  • 1/2 sdt garam halus
  • 1/2 sdt lada halus
  • 50 gr tepung terigu
  • 50 gr tepung maizena
  • Minyak goreng untuk memasak
Bahan saus :
  • 2 sdm mayonnaise
  • 4 sdm saus tomat
  • 1/2 sdm saus sambal

Cara membuatnya :

  • Potong bulat cumi-cumi, bumbui dengan lada dan garam.
  • Diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.
  • Celupkan potongan cumi-cumi kedalam campuran tepung terigu dan tepung maizena hingga seluruh permukaan cumi terselimuti tepung.
  • Panaskan minyak, goreng cumi-cumi hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan.
  • Angkat dan sajikan.

Resep Makanan : Cah Buncis Bumbu Kuning

Posted by Flora Sawita Labels: , , ,











INGIN
sayuran yang kaya serat dan protein? Cah buncis bumbu kuning dengan campuran daging cincang sepertinya menjadi sajian pas untuk makan siang Anda. Tak sekedar nikmat tapi juga sehat.

Bahan-bahan yang digunakan :
  • ¼ buncis
  • 1 ons daging giling
  • 1 buah tomat
  • 5 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 8 merah cabe merah
  • 2 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 lembar daun salam
  • Garam
  • Gula
Cara Membuatnya :
  • Haluskan ketumbar, bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri.
  • Iris cabe merah dan juga buncis dengan potongan menyerong
  • Panaskan wajan kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum, lalu masukkan cabe merah yang sudah diiris halus ,lengkuas, sereh, daun salam serta garam dan gula secukupnya.
  • Lanjutkan dengan memasukkan daging giling dan biarkan sejenak hingga daging matang.
  • Terakhir, masukkan buncis dan aduk-aduk agar bumbu merata. Jangan terlalu lama memasaknya agar warna buncis tetap hijau dan memberi sensasi kres saat Anda memakannya.
  • Angkat dan sajikan
Resep ini kiriman Riana Sari, Jakarta

Berita Pertanian : Selera Berbeda, Sultra Terpaksa Datangkan Beras

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,

Kendari. Selama beberapa tahun silam Sulawesi Tenggara tidak pernah kekurangan stok beras, namun kadang harus mendatangkan beras dari luar daerah akibat faktor selera konsumen yang berbeda-beda.

"Yang namanya selera konsumen itu tidak bisa dihindari, artinya kalaupun stok beras kita cukup khususnya yang dihasilkan petani, namun di sisi lain konsumen ingin mencoba jenis beras lain sehingga harus mendatangkan dari luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Sultra, Mansyur di Kendari, Minggu.

Ia mengatakan, mayoritas konsumen di Kota Kendari senang mengkonsumsi beras varietas Pandan Wangi dan Ciliwung, sementara yang diproduksi petani masih jenis medium, varietas Konawe dan IR46.

Dengan demikian dalam memenuhi keinginan masyarakat banyak atau pasar seing kali harus mendatangkan beras dari luar daerah khususnya Sulawesi Selatan dan Jawa.

Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara pada 2011 menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) 511.578 ton atau naik 10 persen dari produksi tahun 2010 yang tercatat 454 ribu ton.

"Melihat potensi lahan taman persawahan saat ini, optimis bisa memproduksi gabah kering giling sampai 10 persen dari produksi tahun 2010," Ujar Mansyur.(ant)

Berita Pertanian : Kubis Dibiarkan Membusuk

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,











PAGARALAM
. Nasib petani kubis sungguh menyedihkan. Harga sayuran kubis semakin lama semakin anjlok. Kalau sebelumnya dihargai Rp500, kini hanya dihargai Rp200 per kg. Anjloknya harga kubis ini membuat petani resah. Mereka membiarkan tanaman kubis yang siap panen tak dipetik. Puluhan hektare tanaman kubis dibiarkan membusuk.

“Untuk apa saya petik, dipetik pun kerugian akan mendera. Jika dihitung secara rinci dengan harga Rp200/kg tak akan ada keuntungan yang bisa diambil. Besarlah biaya ongkos daripada harga jual,” ujar Entis (38), petani kubis di talang dengan nada kesal.

Diakuinya, bukan hanya dibiarkan membusuk tanaman kubis miliknya juga diracun. Saking kesalnya, dia nekat memancung kubis-kubis dengan cara membabi-buta. “Dengan kondisi seperti ini, saya sempat pusing tujuh keliling. Sempat terpikir oleh saya ingin mencari pekerjaan lain. Namun, tidak ada pekerjaan lain bagi saya,” bebernya sambil tertunduk lesu.

Walaupun begitu, ia bersama-sama dengan petani sayuran lainnya harus bersabar. Seraya berharap-harap cemas kalau-kalau harga bisa naik kembali. “Sudah semestinya hal ini menjadi perhatian serius dari pihak terkait. Saya ingin bertanya ke pemerintah, mengapa petani yang selalu menderita,’’ ujarnya.

Ketua Rw 1 dusun setempat Tedi (35) menambahkan, fenomena ini sering terjadi jika harga sayuran menjadi anjlok. Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dempo Utara Darsipa SP mengatakan, dalam menyikapi permasalahan harga ini, petani harus menerapkan pola tanam yang baru. “Misalnya dengan sistem tumpang sari. Artinya, dalam satu lahan tak hanya menanam satu jenis sayuran, melainkan beberapa jenis tanaman,” pungkasnya.

Berita Pertanian : PG Rendeng Kembangkan Gula Rasa Sayuran

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

Kudus. Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus, Jawa Tengah (Jateng), mulai mengembangkan produk gula rasa sayuran, seperti rasa brokoli dan wortel, setelah sebelumnya juga berhasil mengembangkan gula rasa aneka buah.
"Uji coba membuat gula yang memiliki rasa brokoli dan wortel dengan menggunakan bahan baku alami sudah kami lakukan. Saat ini, masih melakukan penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna," kata Administratur PG Rendeng, Suwito, di Kudus, Senin (9/5).

Ia mengaku, tidak mau terburu-buru mengenalkan produk gula terbaru kepada masyarakat, karena tahapan yang harus dilalui cukup banyak. Saat ini, sejumlah tim yang bertugas mengembangkan gula rasa brokoli dan wortel atau dikenal dengan gula isotonik masih melakukan uji coba untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Salah satunya, agar produk tersebut benar-benar aman ketika dikonsumsi masyarakat dan memiliki manfaat bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Apabila uji coba tersebut mendapatkan hasil yang memuaskan, katanya, produk baru tersebut akan didaftarkan ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, lanjut dia, PG Rendeng juga harus berkoordinasi dengan pimpinan terkait dengan temuan tersebut. "Jika mendapatkan izin dari pimpinan dan persyaratan administrasinya juga terpenuhi, dimungkinkan produk gula rasa brokoli dan wortel tersebut akan diproduksi sendiri," ujarnya.

Suwito mengaku, bertekad mengembangkan kreativitas dalam menciptakan diferensiasi produk gula guna mengangkat nilai jualnya di pasaran. Produk gula rasa buah-buahan, katanya, sebagai hasil dari kreativitas dalam menciptakan produk yang benar-benar baru.

Pembuatan gula rasa brokoli dan wortel tersebut, merupakan hasil kerjasama dengan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, guna meningkatkan daya saing gula rakyat.

Menurut rencana, produk gula isotonik tersebut akan diproduksi dengan ukuran setiap bungkus berukuran kecil berkisar antara 8-15 gram.

Sebelumnya, PG Rendeng juga berhasil mengembangkan gula aneka rasa buah yang merupakan perpaduan aneka rasa buah alami atau buatan yang dicampur dengan gula kristal produksi PG Rendeng sendiri.

Adapun sejumlah produk gula rasa yang berhasil dikembangkan, yakni rasa teh, mawar, cocopandan, kopi, dan tiga macam buah, seperti durian, strowberry, melon, dan rasa jahe, serta rasa kopi dan cocopandan.

Temuan produk baru tersebut, sempat membuat beberapa pedagang besar mulai tertarik untuk memasarkannya. Alat yang digunakan untuk proses produksi gula rasa tersebut, merupakan hasil modifikasi sendiri dengan berulang kali melakukan uji coba dengan alat yang berbeda-beda untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Hanya saja, untuk memproduksi gula rasa dalam jumlah besar, dibutuhkan investasi yang cukup besar, terutama untuk pengadaan peralatan untuk memproduksi dan alat pengemasannya.

Nilai jual dari produk gula rasa tersebut, diperkirakan mencapai dua kali lipat gula biasa yang diproduksi selama ini, demikian pula untuk gula rasa brokoli dan wortel dimungkinkan juga mengalami hal serupa. (ant)

Berita Pertanian : Harga Kacang Tanah Merosot, Petani Resah

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , , , , ,









ACEH BARAT DAYA.
Petani kacang tanah di Kabupaten Aceh Baratdaya, Aceh, resah. Pasalnya, memasuki musim panen--sejak satu bulan terakhir--harga kacang tanah kering panen tingkat tengkulak di kawasan setempat merosot tajam.

Dari harga sebelumnya berkisar Rp8.000-Rp9.000/kg sekarang trurun menjadi Rp7.000-Rp6.000/kg. Di Desa Alue Pade, Kecamatan Kuala Batee, misalnya, harga jual kacang tanah kering panen ke tengkulak Rp7.000/kg dari sebelumnya Rp9.500.

Di Kabupaten Aceh Barat Daya, salah satu kawasan penghasil kacang tanah di Provinsi Aceh yang memiliki ribuah hektare (ha) lahan kacang tanah. Petani kacang tanah di Desa Alue Pade, Kecamatan Kuala Batee, Ismail, 53, Sabtu (30/4) mengatakan, turunnya harag tersebut sangat mempengaruhi penghasilan petani kacang tanah. Apalagi, biaya produksi dan ongkor kerja semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Peluang Usaha Pertanian : Bisnis Olahan Durian Raup Omzet Rp1 Juta/Hari

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,

Foto: Yuni Astutik/okezone

King Of Fruit atau Durian termasuk salah satu buah yang banyak penggemarnya. Entah itu mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. Durian nampaknya tidak hanya dimakan sebagai buah, namun juga nikmat disantap sebagai kudapan lain yang berbeda.

Hal ini menginspirasi Ammy Syamsudin (60 tahun) untuk membuat sesuatu yang berasal dari durian. Berawal dari hanya menjual macam-macam minuman seperti es koktail dan es kelapa, dirinya mencoba membuat sesuatu yang berbeda dari buah durian.

Warung tempatnya berjualan pun terbilang cukup sederhana. Ditandai dengan menumpuknya buah durian di depan pintu masuk. Es durian BBT sendiri sudah melegenda sejak 1970-an.

"BBT diambil dari Baba Tong, nama kakek dari Ibu saya (Ammy Syamsudin). Jadinya disingkat BBT," ungkap Anak dari pemilik warung, Feri Gunawan saat ditemui okezone di warungnya.

Diceritakannya, dahulu warung yang sudah berdiri sejak 1978 tersebut hanya menjual dua macam minuman. Yaitu es koktail atau es buah dan es kelapa. Namun, ketika disadari banyak buah durian yang tersedia di pasaran, Ibu Ammy mencoba membuat es durian.

"Awalnya memang coba-coba. Kalaupun enggak laku juga enggak masalah. Karena saat itu Ibu saya suka juga makan durian," kisahnya.

Awal menjual es durian, sehari Ibu Ammy hanya mampu menghabiskan lima buah durian sebagai bahan olahan es durian. Modalnya kala itu masih terbilang kecil yakni sekira Rp200 ribu. "Dulu pertama jual paling laku lima buah durian. tapi sekarang bisa habis sampai 50 buah durian," paparnya.

Warung yang pada awalnya hanya mampu meraih omzet Rp3 ribu per hari, saat ini sudah semakin berkembang. Ini terbukti dari penghasilan kotor yang saat ini diperoleh bisa menembus angka Rp1 juta per harinya. Atau jika dengan hitungan berapa banyak pengunjung yang datang bisa mencapai 100 pengunjung per harinya.

Sabtu dan Minggu pun menjadi hari yang dikunjungi banyak pembeli. Meskipun banyak menu es durian lain seperti durian kopyor, durian campur, durian nangka maupun durian alpukat, namun rata-rata para pembeli lebih banyak memesan es durian.

"Untuk es durian yang lain itu, pelanggan yang meminta. Mereka yang menelurkan ide, dan menu itu baru setahun terakhir, belum lama," terangnya.

Es durian yang dijual memang sederhana, daging buah durian dicampur dengan sedikit es serut, kemudian ditambahkan sedikit susu kental manis. Jadilah es durian khas BBT.

Diceritakannya pula, es durian BBT mempunyai ciri khas yang membuatnya berbeda dari es durian yang lain yaitu daging durian yang digunakan asli, tidak ada campuran apapun. Selain es serut yang digunakan sedikit, daging duriannya juga lebih banyak, sehingga tekstur buah durian lebih terasa.

Lelaki kelahiran 25 Desember 1976 ini menjelaskan jika sudah ada beberapa cabang es durian BBT. Di antaranya di Blok M plaza, dan Taman Ubud Lestari Tangerang. Namun menurutnya, kedua cabang tersebut tidak seramai warung yang terletak di jalan Matraman raya persis di samping sekolah Marsudirini.

"Kalau saya lihat, tempat menentukan sekali. Di mal mungkin orang mikirnya sudah biasa es durian. Omzet di mal kecil, paling hanya Rp200 ribu. Orang sepertinya lebih suka makan di pinggir jalan seperti ini," ungkapnya lagi.

Menurutnya, musim hujan tidak menjadi kendala dalam menjajakan es duriannya tersebut. Karena, menikmati es durian tidak hanya pas saat panas ataupun hujan. Buah durian ternyata mampu juga memberikan efek hangat pada tubuh, sehingga tidak masalah untuk menyantapnya kapan saja.

Namun demikian, bukan berarti dirinya tidak mempunyai kendala dalam berjualan es durian. Kendala yang dialami selama berjualan berasal dari buah durian itu sendiri, yang biasanya berasal dari lokal seperti Sumatera, dan Jawa. Namun jika ternyata stok dalam negeri habis atau kurang bagus, Feri menggunakan buah dari Thailand.

"Kalau lokal enggak ada, biasanya kita ambil dari Thailand. Masalah harga relatif sama. Lagi pula saat ini di supermarket sudah banyak yang jual buah durian, jadi tidak terlalu khawatir akan kehabisan stok durian," tambahnya.

Harga es yang ditawarkan warung yang buka dari pukul 07.00 WIB hingga 19.00 relatif terjangkau. Dengan hanya bermodal Rp12 ribu kita sudah bisa menikmati legitnya daging durian. Atau jika ingin sesuatu yang berbeda, coba alpukat campur durian yang rasanya tidak kalah segarnya.

Berita Pertanian : Pemprov Segera Bangun Gudang Pangan

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,











Pernan Bulog Dinilai Tak Maksimal

MAKASSAR
. Tak puas dengan kemampuan daya serap Perum Bulog Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulsel bernencana membangun gudang pangan alternatif. Gudang tersebut, untuk memaksimalkan serapan komoditas pangan terutama beras.

Rapat persiapan pembentukan gudang alternatif digelar, Jumat, 29 April, di Kantor Gubernur Sulsel diikuti SKPD terkait, antara lain Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Badan Ketahanan Pangan Nasional dan beberapa UPTD.

Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim usai menggelar rapat mengungkapkan, Sulsel segera mencari solusi jika memang Bulog tidak bisa memaksimalkan penyerapan beras produksi petani Sulsel tahun ini. Menurutnya, sistem pengelolaan gudang pangan alternatif tersebut sudah sangat dibutuhkan karena pada saatnya nanti kemampuan Bulog.

Menurut dia, Bulog hanya menyerap beras berdasarkan kemampuan keuangan atau anggaran yang kucur dari APBN. "Ini sering tidak seimbang antara jumlah kemampuan dengan keinginan petani. Adakalanya juga faktor cuaca atau faktor lain, rakyat menghendaki dibeli seketika padahal Bulog tidak bisa seperti itu," katanya.

Muallim memimpin rapat pembahasan rancangan pembentukan gudang pangan alternatif tersebut dengan membahas anggaran yang harus disiapkan serta struktur organisasi pengelolaannya. Bentuknya belum dipatenkan, namun menurut Muallim, alternatifnya bisa dibuatkan semacam Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) di bawah kendali Badan Ketahanan Pangan (BKP) atau Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikulura atau ke Perusahaan Daerah (Perusda) bekerjasama dengan bank pembangunan daerah.

"Jika hasil rancangannya telah disepakati, tinggal memikirkan pendistribusian beras yang telah diserap. Persoalannya ini kan ketataniagaan nasional. Kalau kita yang mengadakan selanjutnya bagaimana, setelah beras dibeli dibawa kemana," ujarnya.

Di berbagai kesempatan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sering mengeluhkan minimnya daya serap Bulog Sulsel. Karena itu wacana untuk mengambil alih peran Bulog di daerah terus mengemuka.

"Bulog jangan lagi mempersoalkan kualitas beras dan membelinya sesuai dengan harga yang ditetapkan terutama pada saat kondisi cuaca tak menentu seperti sekarang. Inilah saatnya Bulog mengambil peran dengan membantu petani," kata Syahrul.

Resep Makanan : Suguhan Vegetarian

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , , ,

Spaghetti Tempe

Oleh Tuti Soenardi

Hidangan vegetarian semakin diminati masyarakat karena kerap digolongkan sebagai makanan sehat. Menurut penulis buku Vegetarian Asian, Lynelle Scott-Aitken, sebagian penduduk Asia, termasuk China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, Sri Lanka, Vietnam, Taiwan, dan Korea, banyak memilih menjadi vegetarian karena dipengaruhi budaya pertanian.

Selain itu, belakangan juga disadari kebutuhan untuk mengurangi konsumsi lemak jenuh yang berasal dari daging hewan. Hidangan vegetarian dari Asia banyak diminati masyarakat dunia karena variasi bahan yang beragam dan nikmat rasanya.

Ada 3 kategori penganut vegetarian. Pertama, mereka yang betul-betul hanya mengonsumsi dari tumbuhan, tidak mengonsumsi daging, ayam, ikan juga susu, telur, bahkan wine.

Kedua, lacto vegetarian, yang memasukkan unsur susu, yoghurt, dan keju pada menu vegetarian. Ketiga, ovo lacto vegetarian yang masih memanfaatkan susu dan telur; disebut juga semi-vegetarian.

Kacang kedelai merupakan bahan yang banyak diolah untuk menu vegetarian. Selama ini kita mengenal tahu, tempe, kembang tahu, dan susu kedelai sebagai sumber protein. Demikian juga dengan kecap dan taoco. Ada juga kedelai sebagai taoge, keju kedelai, dan kacang-kacangan lainnya.

Di Indonesia, tempe sudah menjadi makanan yang populer. Selain mengandung protein yang bermanfaat, juga mengandung vitamin B12 yang terkandung dalam daging.

Di bawah ini adalah resep pasta bagi vegetarian, yaitu Spaghetti Tempe dan Fettucini Isi Jamur Keripik Tempe.

1. Spaghetti Tempe

Untuk : 2 porsi (1 porsi: 454 kalori)

Bahan-bahan:

  • 1 sdm minyak olive oil
  • 100 gr spageti direbus

Bahan tempe bolognes:

  • 100 gram tempe potong kecil, digoreng
  • 30 gr cabai hijau iris
  • 30 gr bawang bombay iris
  • 20 gr bawang putih iris
  • 50 gr tomat cincang
  • 4 sendok makan saus tomat
  • merica secukupnya
  • ½ sdt oregano
  • 1 bh kaldu blok instan
  • garam secukupnya
  • ½ sdt gula pasir
  • 50 ml air (secukupnya)
  • 1 sdm olive oil untuk menumis

Bahan saus putih:

  • 1 sdt tepung terigu
  • 1 sdt minyak zaitun/olive oil
  • 100 ml santan
  • garam merica secukupnya

Cara Membuat :

  1. Buat tempe bolognes : Tumis dengan minyak: bawang bombay, bawang putih, cabai hijau dan tomat, beri saus tomat dan bumbu-bumbu lainnya, tambahkan air, aduk hingga kental, masukkan tempe goreng, aduk rata, angkat, sisihkan.
  2. Buat saus putih : Panaskan minyak di wajan, masukkan tepung terigu, aduk rata, tuangkan santan sedikit demi sedikit sampai habis, sambil diaduk rata, beri garam merica, aduk rata, angkat.
  3. Tumis spageti dengan olive oil, aduk rata, angkat, letakkan di piring saji.
  4. Spageti ditata di piring saji, disiram dengan tempe bolognes dan terakhir disiram dengan saus putih.
  5. Hidangkan...mmmm!

Fettucini Isi Jamur Keripik Tempe

Untuk : 2 porsi (1 porsi: 524 kalori)

Bahan-bahan:

  • 100 gr fettucini direbus
  • 2 sdm olive oil
  • 50 gr bawang bombay iris
  • 20 gr bawang putih iris
  • 50 gr paprika iris
  • 10 gr jamur hioko kering, direndam air, dipotong kecil
  • 50 gr kacang merah direbus
  • 100 ml santan
  • 1 bh kaldu blok instan
  • sedikit merica
  • sedikit garam
  • 50 gram keripik tempe

Cara Membuat

  1. Tumis dengan olive oil: bawang bombay, bawang putih, paprika, jamur hioko, dan kacang merah, beri garam, merica, aduk rata, tambahkan santan, masak hingga kental, angkat.
  2. Hidangkan dengan keripik tempe.

Berita Pertanian : Volume Penggilingan Padi Menyusut

Posted by Flora Sawita Labels: , , ,

BANYUMAS. Penggilingan padi di wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), sejak dua pekan terakhir didominasi pelayanan untuk konsumsi petani sehari-hari. Kondisi ini terjadi seiring menyusutnya stok padi di wilayah selatan, karena para tengkulak dari Jateng bagian utara dan Jawa Barat (Jabar) berebut hasil panenan padi yang masih berlangsung di Cilacap.

Ketua Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Banyumas, Wahyudianto, Kamis (28/4), mengatakan, pada musim panen raya lalu, dari sekitar 500 tempat penggilingan padi di wilayah Banyumas, rata-rata setiap hari mengolah sekitar 2.900 ton. Namun, saat ini hanya tinggal 300 ton per hari.

”Kebanyakan tempat penggilingan padi hanya memenuhi permintaan konsumsi sehari-hari para petani. Adapun dari para mitra Bulog ataupun tengkulak, berkurang drastis,” ujarnya.

Kepala Humas Perum Bulog Subdivre IV Banyumas, Priyono, mengatakan, hingga pertengahan April pihaknya telah menyerap 34.000 ton beras atau tercapai 42 persen dari prognosa tahun 2011 sebesar 95.000 ton. Stok beras Bulog cukup hingga Agustus.

Tegal dan Medan stabil

Harga beras dan gabah di wilayah Kota Tegal, Jateng, dan Medan, Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya, masih stabil, meski panen sudah mulai berkurang.

Di Tegal, harga beras kualitas premium dari petani sekitar Rp 5.200-Rp 5.400 per kilogram (kg), sedangkan harga di tingkat eceran Rp 6.000 per kg.

Mahrudi (33), pedagang beras di Pasar Induk Beras Martoloyo, Kota Tegal, mengatakan, dua pekan lalu harga beras naik Rp 50-Rp 100 per kg. Harga beras premium saat ini Rp 5.560 per kg.

Hasan, pedagang beras di Pasar Pringgan, Medan, mengatakan banyak beras masuk dari Aceh. Harga IR 64 asal Aceh Rp 5.850-Rp 5.900 per kg. Sementara IR 64 kelas menengah Rp 6.400 per kg. Beras kuku balam antara Rp 8.400-Rp 8.500 per kg.

Di Makassar, harga beras cenderung turun sebulan terakhir. Di Pasar Tello, Makassar, semua jenis beras turun Rp 400 hingga Rp 1.000 per kg seminggu terakhir. Harga beras di kisaran Rp 5.500–Rp 8.000 per kg.

Berita Pertanian : Peneliti: Kopi Toraja Populer di Korsel

Posted by Flora Sawita Labels: , , ,











Makassar
. Kopi torabika khas Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi ikon kopi Indonesia yang semakin populer di mancanegara termasuk di Korea Selatan (Korsel).
"Yang mendunia dari Indonesia di Korea adalah kopi Toraja," kata peneliti dari Departement of Biotechnology Yonsei University Korea Selatan Prof Dr Yaya Rukayadi saat menjadi nara sumber dalam seminar internasional agro industri yang diadakan Politeknik Negeri Ujungpandang di Makassar, Kamis (28/4).

Hanya saja, putra asli Sumedang, Jawa Barat ini, menyebutkan bahwa kopi Toraja yang sampai ke Korea bukan dipopulerkan oleh pengusaha Indonesia melainkan pengusaha asal Jerman. "Toraja Coffee selalu dicari di Korea, tapi kompetitornya orang Jerman, katanya dijual di sana sampai Rp5 juta per kilogram," ucapnya.

Meski kompetitornya orang Jerman, Yaya tetap bangga karena tetap menggunakan merek lokal yakni Toraja Coffee. Selain kopi Toraja asal Indonesia yang terkenal di luar negeri, juga terdapat kopi Sumatera, kopi Mandailing, kopi Jawa, kopi Bali, dan kopi luwak.

Untuk kopi luwak, Yaya pernah membawa ilmuwan dari Korea Selatan untuk melakukan penelitian tentang pembuatan kopi luwak di Jawa Timur. Selain kopi Toraja, Yaya yang pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Korea Selatan di bidang analisis tanaman obat-obatan mengemukakan, temu lawak menjadi komoditas asli Indonesia yang masih punya nama besar di "negeri ginseng".

Hanya saja, lanjutnya, jika temu lawak yang tumbuh hampir di seluruh Indonesia mau dijadikan komoditas internasional, waktu panennya harus di atas sembilan bulan. "Di Indonesia, banyak yang baru enam bulan sudah dipanen sehingga kandungan obatnya kurang bagus," jelasnya.

Hasil penelitian yang dilakukan Yaya menunjukkan bahwa temu lawak baik untuk kesehatan mulut. Sementara tanaman obat lainnya dari Indonesia yang awalnya mendominasi pasar Korea saat ini tergeser oleh komoditas Thailand yang lebih memiliki "merek".

Dalam seminar tersebut Yaya membawakan materi berjudul "peluang Sulsel sebagai pusat pertumbuhan dan pengolahan agro industri Indonesia untuk pasar dunia".

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu"mang yang tampil sebagai pembicara pertama memaparkan strategi Sulsel dalam meningkatkan produksi komoditas unggulan, termasuk kakao, jagung, udang, dan rumput laut. Pemprop Sulsel mencanangkan mulai 2012 fokus pada pengembangan agroindustri. (ant)

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul