RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label vegetarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vegetarian. Tampilkan semua postingan

Resep Makanan : Suguhan Vegetarian

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , , ,

Spaghetti Tempe

Oleh Tuti Soenardi

Hidangan vegetarian semakin diminati masyarakat karena kerap digolongkan sebagai makanan sehat. Menurut penulis buku Vegetarian Asian, Lynelle Scott-Aitken, sebagian penduduk Asia, termasuk China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, Sri Lanka, Vietnam, Taiwan, dan Korea, banyak memilih menjadi vegetarian karena dipengaruhi budaya pertanian.

Selain itu, belakangan juga disadari kebutuhan untuk mengurangi konsumsi lemak jenuh yang berasal dari daging hewan. Hidangan vegetarian dari Asia banyak diminati masyarakat dunia karena variasi bahan yang beragam dan nikmat rasanya.

Ada 3 kategori penganut vegetarian. Pertama, mereka yang betul-betul hanya mengonsumsi dari tumbuhan, tidak mengonsumsi daging, ayam, ikan juga susu, telur, bahkan wine.

Kedua, lacto vegetarian, yang memasukkan unsur susu, yoghurt, dan keju pada menu vegetarian. Ketiga, ovo lacto vegetarian yang masih memanfaatkan susu dan telur; disebut juga semi-vegetarian.

Kacang kedelai merupakan bahan yang banyak diolah untuk menu vegetarian. Selama ini kita mengenal tahu, tempe, kembang tahu, dan susu kedelai sebagai sumber protein. Demikian juga dengan kecap dan taoco. Ada juga kedelai sebagai taoge, keju kedelai, dan kacang-kacangan lainnya.

Di Indonesia, tempe sudah menjadi makanan yang populer. Selain mengandung protein yang bermanfaat, juga mengandung vitamin B12 yang terkandung dalam daging.

Di bawah ini adalah resep pasta bagi vegetarian, yaitu Spaghetti Tempe dan Fettucini Isi Jamur Keripik Tempe.

1. Spaghetti Tempe

Untuk : 2 porsi (1 porsi: 454 kalori)

Bahan-bahan:

  • 1 sdm minyak olive oil
  • 100 gr spageti direbus

Bahan tempe bolognes:

  • 100 gram tempe potong kecil, digoreng
  • 30 gr cabai hijau iris
  • 30 gr bawang bombay iris
  • 20 gr bawang putih iris
  • 50 gr tomat cincang
  • 4 sendok makan saus tomat
  • merica secukupnya
  • ½ sdt oregano
  • 1 bh kaldu blok instan
  • garam secukupnya
  • ½ sdt gula pasir
  • 50 ml air (secukupnya)
  • 1 sdm olive oil untuk menumis

Bahan saus putih:

  • 1 sdt tepung terigu
  • 1 sdt minyak zaitun/olive oil
  • 100 ml santan
  • garam merica secukupnya

Cara Membuat :

  1. Buat tempe bolognes : Tumis dengan minyak: bawang bombay, bawang putih, cabai hijau dan tomat, beri saus tomat dan bumbu-bumbu lainnya, tambahkan air, aduk hingga kental, masukkan tempe goreng, aduk rata, angkat, sisihkan.
  2. Buat saus putih : Panaskan minyak di wajan, masukkan tepung terigu, aduk rata, tuangkan santan sedikit demi sedikit sampai habis, sambil diaduk rata, beri garam merica, aduk rata, angkat.
  3. Tumis spageti dengan olive oil, aduk rata, angkat, letakkan di piring saji.
  4. Spageti ditata di piring saji, disiram dengan tempe bolognes dan terakhir disiram dengan saus putih.
  5. Hidangkan...mmmm!

Fettucini Isi Jamur Keripik Tempe

Untuk : 2 porsi (1 porsi: 524 kalori)

Bahan-bahan:

  • 100 gr fettucini direbus
  • 2 sdm olive oil
  • 50 gr bawang bombay iris
  • 20 gr bawang putih iris
  • 50 gr paprika iris
  • 10 gr jamur hioko kering, direndam air, dipotong kecil
  • 50 gr kacang merah direbus
  • 100 ml santan
  • 1 bh kaldu blok instan
  • sedikit merica
  • sedikit garam
  • 50 gram keripik tempe

Cara Membuat

  1. Tumis dengan olive oil: bawang bombay, bawang putih, paprika, jamur hioko, dan kacang merah, beri garam, merica, aduk rata, tambahkan santan, masak hingga kental, angkat.
  2. Hidangkan dengan keripik tempe.

Jadikan Makanan sebagai Obat

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,

Warga memilih aneka sayur organik yang baru dipanen dari Cisarua, Jawa Barat, di Rumah Makan Sedap Alami di Kembangan, Jakarta Barat, Senin (4/4).

Yulia Sapthiani

”Jadikanlah makanan sebagai obat bagi tubuh kita....” Itu kata ilmuwan Yunani, Hippocrates. Boleh jadi itu semacam slogan karena kini ”desakan” berbagai jenis makanan berhamburan di sekitar kita, dan itu menggoda....

Christopher Emille (38) masih ingat runtutan peristiwa ketika dia terkena serangan jantung, lima tahun lalu. Dadanya tiba-tiba terasa sakit saat berenang. Ketika sakit ini tak kunjung hilang, ia dibawa saudara-saudaranya ke rumah sakit.

Setelah menjalani serangkaian tes, oleh dokter, Emille dinyatakan terkena serangan jantung. ”Saya bisa bertahan karena punya kebiasaan berolahraga,” kata Emille, yang memang hobi berenang jarak jauh.

Peristiwa inilah yang kemudian mengubah kebiasaan Emille meski pola hidup sebelumnya sebenarnya tidak terlalu buruk. Emille khawatir karena di lingkungan keluarganya terdapat riwayat penyakit jantung. Pola makan menjadi lebih diperhatikan. Konsumsi sayur dan buah diperbanyak, terutama yang berjenis organik. Setiap kali minum, Emille selalu memilih air putih.

”Selain terasa lebih sehat, berat badan saya juga turun. Jadi, saya percaya bahwa makanan adalah obat bagi tubuh kita,” tutur Emille. Ia seolah membenarkan dalil yang dikemukakan Hiprocrates itu.

Sadar akan pentingnya pola hidup yang teratur, Emille membentuk Komunitas Organik Indonesia (KOI) untuk menyosialisasikan gaya hidup organik, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan sehat. Anggotanya tak hanya individu yang sudah dan baru berniat menjalankan gaya hidup organik, tetapi juga lembaga dan perusahaan yang bergerak di bidang produk organik.

Pola makan sehat

Vonis dokter karena mengidap penyakit tertentu juga memaksa Willy A. Roffi dan Hendra Alimin mengubah pola makan mereka. Tahun 2004, ginjal Roffi dideteksi bermasalah oleh dokter. Kondisi ini terjadi karena Roffi punya kebiasaan jarang minum dan menyukai makanan dengan rasa asin.

”Oleh dokter, saya disuruh mengonsumsi makanan sehat. Akhirnya saya mencari katering dengan menu sehat. Saat itu masih sulit untuk mencari katering makanan sehat. Kalaupun ada, harganya mahal,” tutur Roffi.

Meski mahal, demi kesehatan tubuhnya, Roffi berlangganan katering seharga Rp 70.000 per porsi, di luar ongkos kirim, selama empat bulan. ”Lumayan berat juga, tetapi mau bagaimana lagi, saya ingin sembuh,” kata Roffi.

Pola makan sembarangan juga membuat tubuh Hendra memberikan sinyal adanya penyakit. Sewaktu masih bekerja kantoran, Hendra memiliki kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi. Ini terjadi karena dia sering kali tak bisa menghindar ketika mengajak atau diajak teman makan di restoran. ”Kalau sudah makan di restoran, yang dimakan pasti daging,” kata Hendra.

Takut kondisi tubuhnya semakin tak sehat, Hendra mulai memperbanyak konsumsi sayuran. Kebiasaan baru ini cukup terbantu dengan hobinya berkebun.

Hendra dan Roffi kemudian mengembangkan kebiasaan yang mereka lakukan menjadi bisnis yang berpengaruh positif kepada orang lain. Roffi membuka bisnis katering yang diberi nama Katering Hijau Organik.

Katering ini menyediakan berbagai menu dari produk organik untuk mereka yang mengidap penyakit tertentu, ibu menyusui, menu diet, termasuk untuk pengidap autis dan ADHD. Beberapa kali Roffi bahkan menerapkan program subsidi silang dengan memberikan pelayanan katering gratis untuk kalangan bawah.

Adapun Hendra bersama istrinya, Yosefina Skolastika, membuat rumah makan Sedap Alami, yang produknya berasal dari kebun sendiri.

Membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat, dalam hal menjadi vegetarian, dijalani Andri (53) dan Budi Dharma Surya. Budi, yang merupakan master yoga, bahkan sudah meninggalkan daging, ikan, dan telur sejak tahun 1978. Budi pun kini merasa lebih sehat karena lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

Pola hidup sehat

Kebiasaan orang-orang mengonsumsi makanan organik atau menjadi vegetarian dinilai dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro sebagai pola makan yang baik. Tanpa kebiasaan ini, obesitas menjadi salah satu ancaman yang tak bisa dianggap remeh.

Kolesterol tinggi, darah tinggi, serangan jantung, dan serangkaian kondisi lain yang ditimbulkan dari obesitas membuat obesitas dikategorikan sebagai penyakit. ”Ancaman ini terjadi juga kepada anak-anak. Apalagi dengan banyaknya iklan junk food dan minuman kaleng yang menarik perhatian mereka,” kata Samuel.

Produk organik yang tak tersentuh bahan kimia, dinilai Samuel, memang menjadi bahan pangan yang baik untuk tubuh. Akan tetapi, jika bahan ini masih sulit didapat karena harganya mahal, bukan berarti pola makan sehat tak bisa dilakukan.

”Dengan makanan seadanya yang dijual di sekitar kantor, kita juga bisa makan sehat. Pilih saja makanan yang banyak sayur, seperti gado-gado atau keredok. Jangan milih ayam goreng terus,” ujarnya.

Namun, Samuel mengingatkan, pola makan sehat tak menjamin seseorang bisa hidup sehat dan bugar. Ada empat faktor lain yang juga penting, yaitu berpikir sehat, istirahat sehat, aktivitas sehat, dan lingkungan sehat.

”Semuanya memiliki porsi yang sama untuk mewujudkan pola hidup sehat dan bugar. Tidak ada faktor yang pengaruhnya lebih dominan,” kata Samuel.

Tips Ampuh : Diet Vegetarian untuk Penderita Ginjal

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,













MASALAH
pada ginjal bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk membuang kotoran, menjaga keseimbangan kimia, dan menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Penyakit ginjal bisa disebabkan antara lain oleh kelebihan racun, diabetes, hipertensi, anemia, dan penyakit lupus.

Gejala paling umum dari adanya masalah pada ginjal yakni pembengkakan pada tangan dan kaki. NAmun, bagi penderita penyakit ginjal, tak perlu khawatir, Anda bisa meminimalkan masalah pada ginjal dengan menjalani diet vegetarian. Coba beberapa anjuran di bawah ini seperti dikutip dari eHow.com:

  1. Menu makan kaya sayuran dan buah akan mengurangi risiko tubuh dibanjiri lemak jenuh, gula rafinasi, dan makanan olahan. Asparagus, seledri, pisang, wortel dan ketimun kaya akan klorin. Nutrisi itu membantu membangun jaringan dan memperbaiki syaraf yang rusak. Kacang-kacangan seperti kedelai kaya akan asam amino arginin yang penting untuk fungsi ginjal.
  2. Hindari pula daging, telur, cokelat, teh, dan bayam karena sulit diproses tubuh.
  3. Untuk membantu menjaga kadar gula darah dari fluktuasi, makan lima camilan dalam sehari.
  4. Begitu juga, hindari makanan cepat saji (fast food) karena mengandung sodium yang tinggi. Tapi Anda boleh memkan burger sayuran yang berisi daun salada, tomat, dan bawang bombai.
  5. Bila memungkinkan, pilih makanan yang dipanggang dari pada yang digoreng, bisa tempe, pisang, atau sayuran lain.
  6. Sup sayur adalah pilihan tepat untuk makan malam setelah seharian bekerja. Bila Anda memilih sup kalengan pastikan pilih produk denga sedikit kandungan sodium.

Stop Eating Meat and Save the World

Posted by Flora Sawita Labels: , , ,

Vegetarianism is a viable solution to global warming and one that is often over looked. Even Al Gore fails to discuss it in "An Inconvenient Truth". It is important to talk about if we're truly searching for ways to curb the horrible future that could lie ahead if nothing is done about global warming. It think it is hard to talk about because people love to eat meat. They love it as much as they love to drive their huge SUVs, but that is still being discussed on a very mainstream basis. Here are some statistics that are hard to ignore......

  • "the animals we eat emit 21% of all the carbon dioxide that can be attributed to human activity" (http://www.physorg.com/news4998.html)
  • "In a groundbreaking 2006 report, the United Nations (U.N.) said that raising animals for food generates more greenhouse gases than all the cars and trucks in the world combined." (http://www.goveg.com/environment-globalwarming.asp)
  • "animal agriculture accounts for 9% of our carbon dioxide emissions, it emits 37% of our methane, and a whopping 65% of our nitrous oxide" (http://www.commondreams.org/views07/0120-20.htm)
There is also the shipping and storage of meat to think of, not to mention the enormous land use. 30% of this world's land is dedicated to raising animals for food. Then they also need land to raise the food to feed the animals. Most of the Amazon rain forests are being cut to make room for livestock. Then the cows and pigs and chickens, etc. also need water. An average cow drinks 8-12 gallons of water per day. So just as fossil fuels are dwindling, so is clean water (but that is another blog...)

So what can you do?......

One website recommends trying to go vegetarian for one month and see how it goes. There are many good and tasty alternatives to meat. It is easy to find these meatless meats at Whole Foods, Wild Oats and even your more conventional super markets. You could take a vegetarian cooking class. There are also many good sources for recipes online such as http://vegweb.com/. So even if you can't pass up Thanksgiving dinner this year, it could always be a new and helpful New Year's resolution.


Justine Aylward
Ecomerge

Visit our website:

http://sites.google.com/site/ecomerge2008/

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul