RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label tanaman herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman herbal. Tampilkan semua postingan

Tips Ampuh : Mengatasi Mag dengan Tanaman

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,














Sakit mag sering kali digambarkan sebagai termakannya lambung kita oleh asam lambung. Kalau penyakit ini menimpa, kita akan merasakan sakit luar biasa pada perut atas sebelah kiri. Ternyata beberapa tanaman di sekitar kita punya khasiat mencegah dan menyembuhkannya.

Sakit mag merupakan istilah yang populer untuk menggambarkan kondisi-kondisi seperti ini: kalau sering muntah agak asam, suhu badan naik, muka pucat, nafsu makan kurang, kalau sedang kosong perut terasa sakit, perih, dan sesak pada bagian atas ulu hati sakit hingga kadang-kadang membuat kita terbangun di tengah malam, buang hajat tidak teratur, terkadang sembelit atau mencret.

Maag sendiri merupakan kosa kata Belanda yang berarti lambung yang kemudian diindonesiakan menjadi mag. Jadi, sakit mag sebenarnya adalah sakit lambung. Umumnya, penyakit yang sering terjadi pada orang bergolongan darah O ini berupa radang selaput lendir (mukosa), lambung (gastritis), atau luka mukosa lambung (gastric ulcer) yang dikenal dengan istilah tukak lambung (ulcus pepticum).

Biang keladi penyakit ini adalah zat yang dapat menginhibisi sekresi asam lambung. Misalnya, histamin dan anti-inflamasi non-steroid. Kerja berat, pikiran tegang, tidak tenang, atau kurang tidur juga menyebabkan kadar asam lambung yang tinggi. Sering terlambat makan, kebiasaan minum obat yang bersifat asam saat perut kosong, minum minuman beralkohol, dan mengisap rokok berlebihan juga bisa menjadi penyebab penyakit ini. Demikian pula dengan infeksi bakteri Helicobacter pylory yang dapat menyerbu lapisan submukosa lambung.

Berdasarkan penyebab tadi, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding lambung. Obatnya antasid, antihistamin, antikolinergik, demulcent (dapat mengurangi iritasi lokal pada tukak lambung, dan secara fisik melindungi sel-sel di bawahnya terhadap kontak dan iritasi dari luar). Khusus untuk sakit lambung karena infeksi H. pylory pengobatannya menggunakan antibiotik.

Penderita dianjurkan pula untuk makan dalam jumlah sedikit tetapi sering.

Selain dengan pengobatan menggunakan obat farmasi, penyembuhan sakit mag juga bisa dengan menggunakan tanaman obat. Dengan mencampur tanaman yang mempunyai sifat demulcent, antasid dan astringent, akan dapat diperoleh sediaan paling baik untuk pengobatan luka (tukak).

Berikut adalah beberapa resep tanaman untuk mengatasi berbagai gangguan lambung.

Kunyit (Curcuma longa atau C. domestica)

Seibu jari rimpang kunyit setelah dicuci, diparut. Parutannya kemudian diberi sedikit air dan diperas. Minum 2x sehari, pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.

Lidah buaya (Aloe vera)

Ambil gel segar dari setengah lembar daun lidah buaya. Gel sebanyak ini diminum untuk sekali minum. Minumlah 2x sehari. Bisa diberi madu secukupnya. Untuk ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi ramuan ini.

Kamomila (Matricaria recutita)

Seduh 1 sendok teh bunga kamomila dengan 150 ml air panas, diamkan selama 5 - 10 menit, lalu minum. Ulangi seduhan ini 3 - 4 kali sehari.

Kencur (Kaempferia galanga)

Untuk mengatasi sakit mag: 1 jari rimpang kencur dicuci bersih, dikupas, dan dikunyah dengan garam seperlunya. Sesudah halus, telan kunyahan kencur tadi disusul dengan minum air hangat. Lakukan ini 3x sehari.

Cincau (Cylea barbata)

Ambil segenggam daun cincau (± 80 g berat basah). Daun dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Hasilnya diremas dengan air minum seperlunya dan saring. Agar lekas mengental, beri kapur sirih seperlunya. Setelah menggumpal, makan dengan air gula atau sirup. Lakukan ini 3x sehari, masing-masing sebanyak _ gelas minum (kapasitas gelas kira-kira 200 ml).

Meniran (Phyllanthus niruni)

Cuci dan rebus _ genggam daun meniran dengan 3 gelas air dan biarkan sampai tinggal _ nya. Sesudah dingin disaring, lalu diminum dengan madu seperlunya. Lakukan cara ini 3x sehari.

Jika lambung kita bermasalah, tidak ada salahnya untuk berpaling ke alam untuk mencari obatnya.

BUDIDAYA ASHITABA : Tanaman obat dari Jepang penangkal kanker

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,











Ashitaba tanaman obat asal Jepang untuk penangkal kanker


Tanaman obat ashitaba (Angelica keiskei) sangat populer di negara asalnya, Jepang. Tanaman berdaun mirip seledri ini dipercaya memiliki kandungan antiaging, antiinflamasi, dan pencegah kanker. Getah pohon ini bermanfaat untuk terapi penyakit kanker.

Walaupun memiliki manfaat berjibun, di Indonesia tanaman ashitaba masih belum sepopuler di Jepang. Karena itulah sebagian besar produksi tanaman ini diekspor ke luar negeri.

Salah satu petani yang membudidayakan tanaman ashitaba adalah Nizar Zulmi di Sembalun, Lombok Timur. Dengan luas lahan mencapai 1 hektare (Ha), Nizar dalam sebulan mengaku mampu menghasilkan 100 kilogram (kg) daun ashitaba kering.

Selain dijual dalam bentuk daun kering, ashitaba juga dijual dalam bentuk bubuk. "Biasanya yang meminta bentuk bubuk adalah pasar luar negeri. Dengan dimensi lebih kecil, biaya angkut lebih murah," kata Nizar.

Daun ashitaba kering dijual dengan harga Rp 150.000 per kg, sedangkan dalam bentuk bubuk harganya Rp 160.000 per kg. Daun kering seberat 1 kg dihasilkan dari daun basah 15 kg.

Tak hanya daun, getah tanaman ashitaba juga memiliki nilai ekonomis tinggi. "Harganya mencapai Rp 600.000 per liter," katanya. dalam sebulan, Nizar mampu mengumpulkan empat liter getah dengan omzet mencapai Rp 17,4 juta per bulan.

Daun kering, bubuk, dan getah tanaman ashitaba dijual Nizar ke pengepul di Bali. Oleh pengepul di Bali, produk tanaman obat itu selanjutnya diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. "Hampir semua produk ashitaba di Bali berasal dari Lombok," tandas Nizar.

Sayangnya, pasca gempa dan tsunami yang melanda Jepang, membuat produknya yang berbau Jepang ikut terimbas. Walhasil, ekspor langsung ke Malaysia dihentikan karena kekhawatiran terkena imbas radiasi nuklir.

Selain Nizar, Ruslan Abdul Gani juga membudidayakan ashitaba. Lelaki yang juga asal Lombok Timur ini memiliki lahan mencapai 1 ha.

Dari lahan itu, Ruslan mampu mengumpulkan getah sebanyak 5 liter. Dari getah tersebut, dia mendapat penghasilan Rp 3,5 juta per bulan, sebab harga jualnya mencapai Rp 700.000. "Itu sudah termasuk ongkos kirim," kata Ruslan yang telah menjadi petani ashitaba sejak sembilan tahun lalu.

Selain pendapatan dari getah tanaman, Ruslan juga mampu memproduksi 50 kg daun ashitaba kering dalam sebulan. Daun ashitaba kering dijual seharga
Rp 300.000 per kg termasuk ongkos kirim.

Dengan harga jual tersebut, dia mendapat omzet per bulan mencapai Rp 15 juta. Produk-produk ashitaba lebih banyak dijual ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Saya jual ke pengepul di Mataram. Oleh mereka kemudian akan dijual lagi" ujarnya.

Karena belum banyak dikenal masyarakat Indonesia, sampai saat ini baik Nizar maupun Ruslan masih mengandalkan penjualan melalui pengepul. Sama seperti pengepul di Bali, pengepul di Mataram juga mengekspor daun dan getah ashitaba ini. "Penjualan asithaba memang masih tergantung pada pasar ekspor" ujar Nizar.

Ashitaba sudah bisa panen ketika pohon berumur satu tahun

Perawatan pohon ashitaba tidak boleh menggunakan zat kimia. Untuk menanggulangi serangan hama, pembudi daya pun menggunakan cara manual, yakni dengan cara membuangnya. Satu hal yang menguntungkan, mereka bisa memanen ashitaba mulai umur satu tahun.

Ashitaba berarti daun hari esok. Tanaman yang memiliki nama latin Angelica keiskei ini tumbuh baik di ketinggian 200 kaki dari permukaan air laut. Seorang pembudi daya ashitaba di Lombok Timur, Ruslan Abdul Gani mengaku penanaman ashitaba tidak memerlukan perlakuan khusus.

Menurut pria yang akrab disapa Ulin ini, penanam ashitaba hanya cukup memberinya air dan pupuk supaya tanaman tumbuh besar. "Pupuk yang diberikan adalah pupuk organik, seperti pupuk kandang, sehingga sangat murah," terangnya.

Ia juga mengingatkan, dalam pemeliharaan selanjutnya, ashitaba juga tak membutuhkan pestisida. Maklum, negara yang menjadi tujuan ekspor tanaman ini adalah Jepang dan Korea Selatan. "Mereka menolak tanaman yang menggunakan pestisida," jelas Nizar, seorang pembudi daya ashitaba lainnya di Lombok Timur.

Pria yang kini menanam sekitar 1.000 pohon ashitaba di lahan seluas hampir satu hektare ini hanya mengandalkan pupuk organik berbahan tumbuhan, seperti jerami dan kayu. Berdasarkan pengalamannya, pupuk kompos kurang baik bagi tanaman ini karena terlalu panas.

Hama yang menyerang ashitaba biasanya adalah hama penggerek yang menyerang akar tanaman. Karena menghindari pestisida, Nizar pun mengupah orang untuk mencangkul tanah agar gembur dan membunuh penggerek.

Bila ada pohon yang terserang hama, tak ada pilihan lain, selain membuangnya. Lahan bekas tanaman itu dicangkul kembali dan didiamkan selama dua minggu.

Untunglah, selama ini serangan penggerek belum menjadi wabah. "Dalam satu hektare, yang terkena penggerek mungkin hanya 50 pohon," kata Nizar.

Daun-daun ashitaba mulai bisa dipetik ketika pohon berumur satu tahun. Saat itu, para petani bisa memanen, baik dari daun dan menyadap getahnya.

Nah, ketika pohon berumur lima tahun, lanjut Nizar, justru daunnya makin sedikit. Sebaliknya, getah yang dihasilkan akan bertambah banyak. Pada umur empat tahun, pohon ini sudah mencapai tinggi satu meter dan pada umur 15 tahun, tinggi pohon mencapai dua meter.

Meski begitu, Nizar tak memiliki pohon yang umurnya lebih dari lima tahun. Pasalnya, banyak pembeli yang menginginkan pohon dengan banyak daun. "Kalaupun ada yang ingin ashitaba lebih dari lima tahun, biasanya untuk tanaman bibit," ujarnya.

Prospek budi daya pohon ashitaba memang cerah. Ulin melihat, belum banyak orang yang menanam pohon yang punya banyak khasiat bagi kesehatan ini. "Penanaman baru di sekitar Lombok dan daerah di Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Ia mengingat, saat pertama kali menanam ashitaba tahun 1994 lalu, orang yang membudidayakan pohon ini masih bisa dihitung dengan jari. Namun, sekarang, hampir semua tetangganya menanam ashitaba. "Saya berharap, makin banyak orang menanam ashitaba di lahan-lahan atau pekarangannya," katanya.

Tapi, harapan ini agaknya sulit terwujud. Pasalnya, kata Nizar, pembudi daya yang menjual bibit ashitaba masih sangat jarang. "Mereka takut pasarnya terganggu," ujarnya. (KONTAN)

10 Manfaat Lidah Buaya

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,










Aloe vera
atau lebih dikenal dengan sebutan lidah buaya adalah tanaman tropis sukulen yang memiliki bentuk seperti daun berdaging. Daun ini memiliki banyak manfaat, baik sebagai obat maupun untuk kosmetik.

Lidah buaya merupakan tanaman yang cukup unik karena mengandung berbagai senyawa biologis aktif, seperti mannans asetat, polymannans, antrakuinon, dan berbagai lektin. Lidah buaya juga mengandung sekitar 75 jenis zat yang telah dikenal bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa lain yang membuatnya layak digunakan dalam pengobatan herbal.

Zat-zat tersebut termasuk enzim yang membantu pencernaan dan mengurangi peradangan, semua jenis vitamin terkecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, gula rantai panjang untuk menyeimbangkan kembali sistem pencernaan; saponin yang berfungsi sebagai anti-mikroba, dan 20 dari 22 jenis asam amino.

Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang dapat Anda peroleh dari lidah buaya :

1. Detoksifikasi. Jus lidah buaya adalah peluruh racun alami, tetapi juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang membantu tubuh kita mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.

2. Gangguan pencernaan. Lidah buaya berguna terutama pada kasus panas perut serta iritasi usus dan tukak lambung. Lidah buaya diketahui dapat menenangkan esofagus dan mengatasi refluks asam.

3. Kesehatan mulut. Lidah buaya sangat bermanfaat untuk masalah mulut dan gusi, terutama dalam memperbaiki gusi yang memburuk.

4. Perawatan kulit. Fungsinya juga menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan, serta perbaikan dan peremajaan kulit.

5. Diabetes. Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen.

6. Membantu gerakan usus. Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.

7. Menjaga berat badan. Jus lidah buaya telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menurunkan berat badan.

8. Kekebalan. Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

9. Luka bakar. Gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.

10. Ketombe. Lidah buaya dapat membantu mengurangi gatal dan ketombe. Lidah buaya juga bisa digunakan untuk perawatan rambut sebelum keramas.

Tips Ampuh : Teh Hijau Cegah Kerontokan Rambut

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

Penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung banyak bahan kimia bisa menyebabkan rambut menjadi kering, kusam, dan gampang patah. Untuk mengatasinya, sesekali manjakan rambut Anda dengan perawatan alami yang dibuat sendiri, salah satunya dengan teh hijau.

Selama ini manfaat teh hijau hanya diketahui untuk tubuh. Padahal, kandungan antioksidan dalam minuman ini juga baik untuk kesehatan rambut. Para ahli bahkan percaya teh hijau bisa mencegah kerontokan rambut. Apa saja manfaat dan zat berkhasiat dari teh hijau?

1. Melawan "Dihydrotestosterone" ( DHT )

Dihydrotestosterone adalah testosteron alami yang ditemukan pada pria dan wanita. Saat ini para ahli mengetahui bahwa penyebab rambut rontok adalah DHT. Kebotakan khas pria juga diduga disebabkan karena folikel rambut yang sensitif pada DHT. Karena itu, salah satu strategi mencegah kerontokan adalah menghadang DHT.

Teh hijau merupakan herbal pelawan DHT yang andal. Teh hijau diketahui akan meningkatkan kadar hormon seks pengikat globulin (SBGH) yang berinteraksi dengan testosteron sehingga mencegah pembentukan DHT.

2. Meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut

Teh hijau mengandung polifenol katekin. Cukup banyak penelitian yang mengungkapkan molekul ini memiliki efek antikarsinogenik dan fungsi antibiotik. Penelitian pada tikus juga menunjukkan, katekin menyebabkan pembuluh darah berkontraksi lebih baik sehingga aliran darah ke sistem kardiovaskular dan pembuluh darah kecil menjadi lancar, termasuk ke bagian folikel rambut.

3. Merangsang pertumbuhan rambut

Komponen yang disebut epigallocatechin-3-gallate ( EGCG) adalah antioksidan yang paling kuat. Riset yang dilakuakan di Jepang dan Korea menunjukkan EGCH memiliki efek positif pada pertumbuhan rambut. Kabar gembiranya, teh hijau mengandung 10 persen EGCH sehingga sangat dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan rambut.

4. Menghilangkan ketombe dan psoriasis

Berbagai penelitian menunjukkan, teh hijau efektif untuk menghilangkan ketombe dan penyakit kulit psoriasis dengan cara mengatasi iritasi di kulit kepala. Sampo yang berbahan dasar teh hijau sangat disarankan untuk rambut berketombe. Cara lain, setelah memakai shampo, bilaslah rambut dengan air teh hijau.

5. Menguatkan dan melembabkan

Manfaat lain dari teh hijau adalah menguatkan akar rambut karena teh hijau mengandung panthenol, vitamin C dan E. Vitamin E akan mengembalikan kemudaan rambut yang kering atau rusak. Sementara vitamin C membantu melindungi rambut dari bahaya sinar matahari. Pantenol dan provitamin akan membuat rambut lebih lembut dan mencegah patah.

Tips Ampuh : Tanaman Fenugreek Memicu Gairah Seks Pria

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,














Fenugreek
adalah sejenis tanaman biji-bijian yang banyak tumbuh di Asia dan umumnya sering digunakan oleh masyarakat India sebagai bumbu penyedap masakan. Fenugreek juga paling sering digunakan dalam pembuatan kari.

Tapi tahukah Anda manfaat lain di balik tanaman yang satu ini? Rupanya selain dipakai untuk bumbu masak, fenugreek juga mempunyai khasiat untuk meningkatkan gairah seksual pria, sebagaimana hasil penelitian para ahli dari Centre for Integrative Clinical and Molecular Medicine di Brisbane, Australia.

Dalam penelitian tersebut, para ahli mengujicobakan ramuan tanaman ini kepada 60 pria sehat berusia 25-52 tahun. Setiap relawan mengonsumsi ramuan tersebut sebanyak dua kali sehari selama enam minggu.

Hasilnya menunjukkan, tingkat libido para pria tersebut ternyata mengalami perubahan setelah dimonitor menggunakan alat skor. Dalam waktu enam minggu, skor mereka meningkat dengan rata-rata 16,1-20,6 atau naik 28 persen. Sementara itu, pada kelompok lain yang mengonsumsi pil, skor mereka terlihat jauh lebih rendah.

Menurut para peneliti, biji fenugreek mengandung senyawa saponin yang diperkirakan dapat merangsang produksi hormon seks laki-laki, termasuk testosteron.

"Mungkin tanaman ini bermanfaat meningkatkan testosteron atau level androgen, yang biasanya menurun seiring dengan bertambahnya usia. Jika tanaman ini sudah terbukti aman, tentu akan menjadi kabar yang baik karena pria yang memiliki kehidupan seks yang baik bisa hidup lebih lama ketimbang yang tidak memilikinya," ujar Dr Raj Persad, salah seorang konsultan neurologi, seperti dilansir Dailymail.

Perlu diketahui, tanaman yang mempunyai nama latin (Trigonella Foenum-graecum) ini rupanya sudah sejak lama digunakan pada zaman Mesir kuno untuk mengobati penyakit demam.

Tips Ampuh : Obat Rumahan untuk Sakit Telinga

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,










Anda pernah merasakan sakit telinga? Apa pun penyebabnya, sakit telinga membuat menderita. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dan obat tetes untuk mengobatinya, tetapi Anda bisa mencari cara yang lebih cepat dan efektif untuk meredakan masalah ini. Untungnya, banyak obat rumahan yang dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit telinga.

Sakit telinga dapat disebabkan flu, infeksi, atau karena air masuk ke telinga. Obat-obatan rumah itu akan membantu meredakan sakit telinga dalam beberapa jam. Silakan coba salah satu dari cara berikut. Barangkali ada yang cocok buat Anda.

1. Hidrogen perioksida

Bisa dibeli bebas di apotek. Tanyakan kepada apoteker, dosis yang aman untuk Anda dan juga jenis hidrogen peroksida yang diperuntukkan buat mengobati sakit telinga. Beberapa tetes akan meredakan sakit.

2. Jus bawang bombai

Salah satu obat alami adalah jus bawang bombai. Dua atau tiga tetes sudah cukup untuk menyembuhkan infeksi telinga dan menghilangkan rasa sakit.

3. Minyak wijen, jus mangga.

Menurut situs Yukozimo, jus mangga dapat digunakan untuk menghilangkan sakit telinga. Sayangnya, tidak ada dosis yang disebutkan. Bisa jadi jus mangga yang dipakai tidak sekental jenis minuman. Dua atau tiga tetes sudah cukup untuk sakit telinga.

4. Teteskan air

Kemasukan air ketika mandi biasanya akan menyebabkan telinga tersumbat dan jika dibiarkan akan menyebabkan sakit. Teteskan kembali air ke dalam telinga, biarkan selama beberapa detik dengan kepala dimiringkan agar air tetap di dalam telinga. Setelah telinga terasa hangat, keluarkan air dengan cara memiringkan kepala ke arah berlawanan. Biasanya cara ini efektif untuk mengeluarkan sumbatan air.

5. Kompres dengan air garam

Kompres kain basah yang hangat juga bisa digunakan. Tampaknya sederhana, namun kompres melancarkan sirkulasi sehingga akan melegakan tekanan di sekitar rasa sakit.

Kain untuk kompres juga bisa direndam dalam semangkuk air garam yang hangat. Garam dapat meredakan peradangan yang disebabkan oleh sakit telinga.

6. Vitamin C

Jika sakit telinga disebabkan infeksi, satu dosis vitamin C dapat menghilangkan infeksi dan menambah kekebalan tubuh.

Semoga salah satu cara di atas ada yang sesuai dengan sakit telinga Anda.

Singkat Budidaya Temulawak

Posted by Flora Sawita Labels: , ,








Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Manfaat utama tanaman ini sebagai penyembuh beragam penyakit antara lain sakit gangguan hati, demam, sakit kuning, pegal-pegal, sembelit, obat kuat (tonik), perangsang air susu (laktagoga) dan obat peluruh haid (emmenagogum).

Pengelolaan Tanaman

Agar menghasilkan produksi rimpang yang maksimal tanaman membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak tergenang dan pengairannya teratur. Pada lahan pasang surut potensial dengan tipe luapan B yang ditata sebagai surjan, pola tanam pada umumnya adalah padi (tabukan), pada guludan dapat ditanam tanaman temu-temuan. Sedangkan pada tipe luapan C dan D tanaman temu-temuan dapat ditanam pada musim penghujan.

Pembibitan

Bahan tanam dipilih yang sehat berumur 10-12 bulan, bisa menggunakan rimpang induk dan anak rimpang. Ukuran bibitnya 20-40 gr/potong. Sebelum ditanam benih ditumbuhkan dahulu sampai mata tunasnya tumbuh dengan tinggi 0,5-1 cm, sehingga diperoleh tanaman yang seragam.

Persiapan Lahan

Tanah diolah menjadi gembur, diupayakan agar drainase lancar, untuk iru perlu dibbuat parit-parit pemisah petak. Lebar petak 2-3 m sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jarak tanam temulawak bervariasi antara 50 x 60 cm pada sistem budidaya monokultur, dapat juga menggunakan jarak tanam 75 x 50 cm.

Pemupukan dan Pemeliharaan

Pupuk kandang diperlukan sebanyak 20 ton/ha sebagai pupuk dasar, diberikan pada saat tanam. Pupuk Urea 300 kg/ha, SP-36 dan KCl 200 kg/ha. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada saat tanam, sedangkan Urea diberikan secara bertahap, yaitu pada umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanaman tumbuh masing-masing tiga bagian. Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya kompetisi perolehan zat hara dengan gulma dan menjaga kelembaban, suhu, dan kegemburan tanah.

Pengendalian OPT

Untuk mencegah masuknya bibit penyakit busuk rimpang yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum, dilakukan dengan cara penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (perendaman dengan antibiotik), menghindari pelukaan (menaburkan abu sekam di permukaan rimpang), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat, pemantauan kebun secara rutin.

Panen dan Pasca Panen

Panen yang tepat berdasarkan umur tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi yaitu pada tanaman umur 10-12 bulan stelah tanam ditandai dengan daun mulai luruh atau mengering. Dapat pula dipanen pada umur 20-24 bulan setelah tanam. Potensi hasil tanaman temulawak mencapai 20-30 ton/ha.

Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang secara keseluruhan. Rimpang hasil panen dicuci dari tanah dan kotoran, kemudian dikeringanginkan kulit rimpangnya. Setelah itu rimpang diiris membujur dengan ketebalan 2-3 mm. Rajangan rimpang kemudian dijemur di atas alas yang bersih, atau bisa dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 40o C-600o C, hingga mencapai kadar air 9 %-10 %. *

Sumber: sumsel.litbang.deptan.go.id

Rosella, Tanaman Semusim yang Diminati

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,
















Medan. Rosella (Habiscus sabdariffa, L) merupakan tanaman liar yang memiliki khasiat bagi kesehatan manusia. Tidak hanya itu, tanaman ini juga cukup mudah untuk dibudidayakan.
Rosella bisa ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias maupun di lahan khusus. Ketinggian tanaman yang mencapai 3,5 meter ini bisa dipanen (biasanya yang digunakan adalah kelopaknya) setelah berusia 3 bulan. Dan, proses pemananen bisa dilakukan setiap hari hingga tanaman berusia satu tahun.

Tanaman yang termasuk dalam famili Malvaceae ini, dapat dijadikan beberapa produk yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya teh rosella, selai, sirup, cuka, suplemen makanan dan wine.

“Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dari tanaman rosella, bisa menyembuhkan beberapa penyakit dan menambah daya tahan tubuh," kata kata Rizal (29), salah satu pelaku usaha rosella di Medan kepada MedanBisnis, di kantornya, Jalan Air Bersih, Medan, Senin (11/4).

Ketertarikannya mengembangkan rosella karena banyaknya manfaat yang dihasilkan dari tanaman tersebut. "Awalnya saya pesan rosella dari Jawa, tapi kemudian saya membentuk beberapa kelompok tani di Tanjungmorawa dan beberapa tempat lain," jelasnya.

Menurutnya, waktu itu belum ada petani yang khusus membudidayakan tanaman ini, kalaupun ada itu hanya sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Namun, sekarang sudah banyak petani yang membudidayakan rosella.

“Dalam sebulan saya bisa menghabiskan dua ton rosella segar untuk diolah menjadi teh. Harga bahan baku yang didapat dari petani berkisar antara Rp 3.500 sampai Rp 5.000 per kg,” ujarnya.

Selain didistribusikan ke beberapa apotek, dia juga mengatakan bahwa produknya ini sudah sampai ke luar daerah, seperti Aceh dan Riau. Setiap minggu, produk tersebut dikirim ke daerah tersebut.

Rizal mengakui, sekarang banyak pengusaha yang mulai melirik usaha tersebut. Ini terbukti, karena banyaknya produk-produk dari rosella yang ditemui di apotek. "Di apotek banyak teh rosella dengan berbagai macam merek, ini tentunya banyak yang tertarik pada rosella," katanya.

Mengenai omset, dia mengaku dalam sebulan bisa meraup keuntungan sampai Rp 20 juta. Biasanya sampai ke tangan konsumen harga satu kotak teh rosella Rp 22.000.

Tapi, dia mendistribusikan ke apotek atau agen dengan harga Rp 17.000 per kotak. Satu kotak berisi 100 gram teh rosella.

Biasanya, kata dia, dalam satu kotak bisa digunakan untuk satu bulan, dengan intensitas minum tiga kali dalam sehari. “Sekarang saya juga sedang mencoba membuat produk minuman botol dari rosella ini,” ujar Rizal.

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul