RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label sayuran karo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayuran karo. Tampilkan semua postingan

Berita Pertanian : Harga Sayur di Brastagi Berangsur Naik

Posted by Flora Sawita Labels: , , , ,

Brastagi. Harga sayur di Brastagi, Tanah Karo kini berangsur-angsur naik, para petani mulai merasakan dampak kenaikan harga itu. Namun, bagi petani yang memiliki tanaman jeruk sekarang ini, sudah memasuki musim panen, tidak bernasib seperti para petani capcai atau petani tanaman muda.

Edi Sofyan dan T Purba. sebagai pengirim sayur mayur saat ditemui wartawan, Rabu (7/7) di pasar tradisional Brastagi dan pasar tradisional Kabanjahe mengungkapkan, memasuki minggu awal Juli ini, melihat pesanan sayur mayur dari luar daerah sedikit mengalami lonjakan, dengan demikian harga sayur pasti ikut naik.

Harga kol sudah mencapai Rp 1.300/kg, cabe merah Rp 12.000, kentang Rp 6000/kg, kentang merah Rp 7500/kg, wortel Rp 2600/kg, tomat Rp 4000/kg, kol bunga Rp 2700/kg, cabe rawait Rp 18000/kg, buah ropah Rp 160/ buah, Ubi Rambat Madu 1700/kg dan buah jeruk kualitas AB dari 6500/kg turun menjadi Rp 4500 / kg.

Kenaikan harga sayur saat ini, menurut para pengumpul itu, berkurangnya pasokan sayur mayur dari sentral pertanian, seperti Padang, Aceh, maupun dari luar negeri, yang belakangan ini sempat membanjiri pasar sayur di Medan.

Beberapa petani ketika di minta tanggapan mereka seputar kenaikan harga sayur mayur itu, di antaranya Dedy Tarigan mengungkapkan rasa gembiranya.

"Kenaikan harga ini, kami sedikit terbantu dengan biaya anak-anak sekolah, yang saat ini sudah mendekati masuk sekolah tahun ajaran baru, hingga kebutuhan bagi biaya anak cukup tinggi karena semua mesti baru," ungkapnya.

"Selaku petani, kami meminta kepada pemerintah, agar bisa mengontrol perdagangan sayur ini dengan baik. Jangan sempat sayur dari Tanah Karo ini tidak bisa terjual di daerah-daerah maupun luar provinsi. Jika tidak ada campur tangan pemerintah, kami khawatir memasuki hari-hari besar umat Islam, harga sayur mayur ini bisa anjlok kembali," ungkap Dedi selaku petani cabe di Desa Gurusinga.

Berita Pertanian : Sayuran dari Berastagi Digemari Mancanegara

Posted by Flora Sawita Labels: , , ,

Medan. Sayuran asal Berastagi seperti kentang, sawi dan kol yang banyak dihasilkan di Kabupaten Karo, ternyata banyak diminati pengusaha mancanegara asal Malaysia, Taiwan dan Singapura untuk dijadikan komoditas ekspor unggulan, karena kualitas sayur dari daerah tersebut cukup terjamin.
Hal tersebut dikatakan Staf Informasi Pasar Dinas Pertaniaan Sumatera Utara, Zainal Abdi SP, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/7).

"Rasa kentang, kol dan sawi serta sayur-mayur lainnya, yang berasal dari Brastagi sungguh luar biasa, beda dengan hasil pertanian dari daerah lainnya seperti Bandung dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Sampai-sampai kentang yang diekspor ke negara-negara tersebut dijuluki kentang Brastagi," ujarnya.

Saat ini, sebutnya, permintaan komoditas holtikultura asal Berastagi, Tanah Karo dari sejumlah negara itu terus meningkat. "Ini merupakan peluang bagi para petani kita khususnya di Tanah Karo untuk lebih meningkatkan produksi dan kualitas komoditas holtikultura kita. Sebab, pasarnya kini sangat bagus di sejumlah Negara itu," ujarnya.

Menurut data dari Dinas Pertanian Sumatera Utara, untuk tahun 2010 perkembangan volume dan nilai ekspor sayur mayur tertinggi yaitu kol/kubis yang memiliki volume 19.541.538 kg dengan nilai US$4.880.938 dengan tujuan negara Taiwan. Diikuti oleh kentang dengan volume ekspor 5.054.821 kg serta nilai US$1.809.798 dengan tujuan Malaysia dan Singapura.

Berita Pertanian : Harga Kol di Karo Masih Murah

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , , , ,








KARO. Harga tanaman kol (kubis), beberapa bulan belakangan turun drastis hingga titik terendah. Bahkan beberapa pekan terakhir, petani memilih tidak lagi memanen salah satu hasil komoditi holtikultura andalan dataran tinggi Karo tersebut sebagai produk ekspor atau barang lokal.

Rendahnya harga jual petani di tingkat pasar tradisional atau lelang di areal peraladangan, memaksa petani kol harus merelakan tanamannya hingga pecah dan membusuk di ladang. Hal ini terpaksa dilakukan mengingat biaya produksi panen yang sangat tinggi dibanding hasil yang diterima.

Minimnya perhatian pemerintah untuk mendongkrak harga kol, semisal upaya yang dilakukan ketika harga cabai melonjak, tentunya membuat asumsi miring petani , khususnya yang bergerak di bidang budidaya kol. Itu dikarenakan, ekspor tanaman kol dari kawasan Karo, ke negeri jiran Malaysia dan Singapura, memiliki kapasitas cukup besar.

Petani kol, asal Desa Juma Raja, T Tarigan mengatakan, dulu pernah Pemkab Karo menyampaikan wacana pemasaran sayuran kol , tapi sejauh ini belum ada memberikan solusi dan langkah pasti guna menekan tingkat kerugian petani.

Menurutnya, kerugian yang dialami petani kol bukan yang pertama kali terjadi, namun kali ini merupakan hal yang paling buruk dalam sejarah tahun 2011. Itu karena kol saat ini hanya diterima dengan harga Rp200 hingga Rp300 per kg. Padahal harga harga produksi 1 batang kol mencapai Rp600 hingga 800/ batang.

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul