RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label bisnis jamu peluang usaha hasil pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis jamu peluang usaha hasil pertanian. Tampilkan semua postingan

Peluang Usaha Pertanian : Bisnis es krim jamur di Malang tumbuh bak jamur di musim hujan

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,







Ternyata jamur tak hanya untuk sayur, tetapi juga bisa dijadikan es krim. Bisnis es krim yang memakai jamur merang dan jamur kuping sebagai bahan baku ini ternyata sedang menjamur di Malang, Jawa Timur. Dengan proses pembuatan yang mudah dan murah, pebisnis es krim jamur mampu mengantongi omzet hingga Rp 22 juta per bulan.

Jamur ternyata tidak hanya bisa menjadi bahan baku masakan atau bahan gorengan yang lezat. Di Malang, Jawa Timur, jamur telah dijadikan sebagai salah satu bahan pembuatan es krim. Di Kota Apel tersebut, bisnis es krim jamur mulai menjamur sejak 2008 lalu.

Bisnis es krim jamur terus berkembang karena harganya yang murah. Setiap cup es krim jamur dijual dengan harga antara Rp 2.500 untuk cup ukuran kecil dan Rp 3.000 untuk cup besar.

Tak hanya murah, es krim jamur dipercaya lebih menyehatkan karena tidak banyak mengandung lemak. Kadar lemak yang rendah dan kandungan gizi nan tinggi membuat konsumen tidak perlu takut gemuk saat menyantap es krim jamur.

Salah satu produsen es krim jamur di Malang adalah Astri Sumiati. Pemilik Mico Es Krim Jamur ini mengaku mulai berbisnis es krim jamur sejak 2008 lalu. Menyasar segmen pelajar dan mahasiswa, Astri menjajakan es krim jamurnya ke banyak kantin sekolah dan universitas. Saat ini dia mampu menjual 300 cup es krim jamur per hari. Bahkan penjualan bisa meningkat menjadi 500 cup di akhir pekan.

Di saat akhir pekan itu, Astri menjual es krim jamur di berbagai tempat yang banyak digunakan orang untuk berolah raga. Dengan harga per cup Rp 2.500, dia mengaku mampu mengantongi omzet hingga Rp 22 juta per bulan.

Namun, omzet yang didapat Astri bisa saja terus menurun. Sebab, ia mengaku persaingan usaha es krim jamur di Malang semakin ketat tiap harinya. Mudahnya pembuatan es krim jamur membuat penjual es krim jamur semakin banyak.

Karena itu, Astri kini sedang menjajaki kemungkinan menawarkan kemitraan usaha es krim jamur di Bekasi. Ia memakai jaringan kekerabatan untuk membawa es krim jamur buatannya hingga masuk ke pinggiran ibu kota.

Selain Astri, ada juga Arif Sudarsono yang berbisnis es krim jamur di Malang. Pemilik Jaicream ini mengaku berbisnis es krim jamur sejak 2010 lalu.

Saban bulan, Arif mampu menjual es krim jamur sebanyak 6.000 cup es krim jamur seharga Rp 2.500 sampai Rp 3.000 per cup. Dari usaha es krim jamur, lelaki berusia 24 tahun ini mengaku berhasil mengantongi omzet Rp 15 juta sampai Rp 18 juta per bulan. Ada empat macam varian rasa es krim jamur yang ditawarkan Arief, yaitu pandan, cokelat, vanila, dan stroberi.

Arif memakai banyak strategi untuk menjual produk es krim jamurnya ke konsumen. Selain menitipkan ke berbagai katering dan hotel di Malang, Arif juga menjual langsung dengan menggunakan gerobak.

Menurut Arif, es krim jamur akan terus berkembang. Es krim ini lebih menyehatkan karena lebih banyak mengandalkan susu. "Jamur banyak mengandung serat sehingga bagus untuk pencernaan, dan cocok untuk yang mau diet," ujar lulusan ilmu gizi salah satu universitas negeri di Malang ini.

Astri dan Arif mengaku membuat sendiri es krim jamurnya. Untuk membuat 300 cup es krim jamur, dibutuhkan sekitar 2 kilogram (kg) sampai 3 kg jamur kuping atau jamur tiram. Selain jamur, membuat es krim jamur juga butuh susu rendah lemak, gula, dan pewarna makanan.

Kedua pebisnis es krim jamur ini memilih jamur tiram atau jamur kuping karena mudah didapat dan harganya pun lebih murah dibanding jenis jamur lain.

Untuk membuat es krim jamur, susu cair yang sudah dingin dicampur dengan jamur rebus yang telah dipotong-potong kecil. Potongan jamur dan susu lalu dimasukkan ke dalam mixer sampai kental. Setelah adonan di-mixer lalu dimasukkan ke lemari es sampai dingin dan menggumpal menjadi es krim.

Pemasaran Jamu Terbentur Masalah Uji Klinis

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

Pemasaran jamu Indonesia di tingkat internasional mengalami kesulitan lantaran masalah uji klinis terhadap formula jamu. Akibatnya, jamu belum mampu menjadi ikon Indonesia di mata internasional.

Hingga 2011 ini, dari sekitar 7.000 jenis tanaman obat di Indonesia, baru delapan jenis saja yang sudah diformula dan mendapatkan uji klinis. Padahal, pada tahun ini, pemerintah sudah menargetkan 66 jenis tanaman obat siap diekspor.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanudin Ibrahim mengatakan bahwa masalah uji klinis memang menjadi kendala. Menurutnya, uji klinis adalah sesuatu yang mahal dan tidak boleh dilakukan sembarang orang seperti para petani, melainkan pihak tertentu seperti investor dan industri pengolahan.

"Ini tantangan pemerintah untuk membantu melakukan riset kepada petani agar formula jamu benar-benar sesuai aturan. Warisan leluhur dahulu bisa menjadi dasar risetnya," ungkap Hasanudin di sela-sela membuka acara Festival Jamu 2011 di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Rabu (20/7).

Penelitian mengenai jamu kurang optimal lantaran terbatasnya dana. Oleh karena itu, pengembangan jamu Indonesia masih sebatas pembinaan petani di Indonesia untuk memproduksi tanaman obat sesuai potensi wilayahnya.

Sementara itu, permintaan jamu di pasar domestik dan luar negeri mengalami perkembangan yang cukup pesat. Ekspor tanaman obat, baik bahan baku maupun barang olahan meningkat sebanyak 13,5 ribu ton dengan nilai 18,8 juta dolar AS pada tahun 2010, lebih tinggi dibanding tahun 2009 yang sebanyak 13,09 ribu ton dengan nilai 11,8 juta dolar AS.

Hasanudin melanjutkan jamu layak menjadi ikon Indonesia. Jamu adalah warisan budaya bangsa yang sudah banyak diolah untuk berbagai keperluan, seperti kosmestika, kesehatan, atau permen. "Ketersediaan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di Indonesia juga melimpah," tambahnya.

Untuk meningkatkan pemasaran jamu ini, selain meningkatkan penelitian ,perlu adanya kerja sama yang baik di antara petani, industri, serta pemerintah. Selain itu, petani perlu diberi insentif agar semakin giat dalam memproduksi tanaman obat ini.

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul