RSS Feed

BUDIDAYA KEDELAI (Glicine max)

Posted by Flora Sawita

1. Syarat Tumbuh
Tanaman kedelai tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 0 sampai 600 mdpl. Derajad pH tanah yang diperlukan 5,8 sampai 7,0. Jenis tanah yang sesuai untuk pertumbuhannya adalah alluvial, regosol, grumosl, latosol dan andosol. Intensitas curah hujan adalah 1.200 sampai 3.000 mm per tahun dengan curah hujan ideal sekitar 100 sampai 200 mm per bulan, suhu udara optimum 23 sampai 30 derajad celsius, dengan kelembaban antara 60 sampai 70 persen.
2. Varietas Unggul
Varietas unggul kedelai ditentukan berdasarkan pada umur, warna biji, dan tipe batang. Beberapa dari varietas unggul kedelai adalah :
Galunggung : umur panen antara 80 sampai 90 hari, dengan produksi 1,5 ton per hektar.
Guntur : umur panen antara 71 sampai 79 hari, dengan produksi berkisar 1,85 ton per hektar.
Lokon : umur panen antara 68 sampai 75 hari, dengan produksi 1,75 ton per hektar.
Wilis : umur panen antara 80 sampai 90 hari, dengan produksi 1,75 ton per hektar.
Dempo : kedelai berumur genjah, dengan produksi 1,5 ton per hektar dan tahan karat daun.
Kerinci : umur panen sekitar 87 hari dengan jumlah produksi berkisar 1,67 ton per hektar.
Raung : umur panen sekitar 85 hari dengan jumlah produksi 1,6 ton per hektar.
Muria : umur panen 83 sampai 88 hari dan produksi 1,8 ton per hektar, tahan karat daun, tahan rebah.
Tidar : umur panen berkisar 75 hari, dengan tingkat produksi 1,4 ton per hektar.
Malabar : umur panen 70 hari, dengan produksi 0,8 sampai 1,3 ton per hektar dan agak tahan karat daun.
Nanti : umur panen 91 hari dan produksi 1,24 ton per hektar, tahan rebah dan tahan karat daun.
Sinabung : umur panen berkisar 88 hari, dengan produksi 2,16 ton per hektar dan agak tahan karat daun.
Panderman : umur panen sekitar 85 hari, dengan potensi produksi 2,37 ton per ha dan tahan kerebahan.
Marubetiri : umur panen sekitar 85 hari, dengan potensi produksi 2,5 sampai 3,0 ton per ha.
Menyapa : umur panen 85 hari, produksi di lahan pasang – surut 2,03 ton/ha dan produksi di lahan sawah 1,98 ton per hektar.
Rajabasa : umur masak 82 sampai 85 hari, potensi produksi 3,90 ton per hektar, dengan sifat yang tahan rebah, tahan karat daun, toleran cekaman masam, dan bisa beradaptasi di lahan kering masam serta pasang – surut.
Ratai : umur masak 90 hari, potensi produksi sekitar 2,70 ton per hektar, agak tahan kerebahan, tahan karat daun, dan dapat beradaptasi di lahan kering masam.
Seulawah : umur masak sekitar 93 hari, dengan potensi produksi 2,50 ton per hektar, dan tahan karat daun.
3. Penyiapan Benih dan Lahan
a) Penyiapan Benih
Kedelai termasuk tanaman yang mampu melakukan penyerbukan sendiri sehingga untuk tujuan komersil dilakukan perbanyakan dengan biji. Hasil panen petani seringkali digunakan sebagai benih, hanya saja masalahnya karena daya simpan kedelai sangat rendah sehingga hasil produksi menjadi rendah.
Dianjurkan untuk menggunakan benih bersertifikat. Seleksi benih bisa dilakukan dengan melihat kondisi fisik, sehat, bobot benih dan tingkat kematangan fisiologis. Daya tumbuh benih kedelai sangat cepat turun, oleh karenanya dianjurkan untuk menggunakan benih yang diperoleh dari hasil panen 2 sampai 3 bulan. Kebutuhan benih kedelai sekitar 20 sampai 30 kg per ha dengan pemberian Legin (Rhizobium) bagi tanah yang belum pernah di tanami kedelai.
b) Penyiapan Lahan
Lahan yang hendak ditanami diolah dengan menggunakan bajak dan di garu. Lahan yang sudah diolah dibiarkan sekitar 2 minggu untuk menumbuhkan biji gulma. Lahan kemudian dibersihkan dari gulma, diratakan, lalu ditanami. Pemberian pupuk kandang/kompos pada saat pengolahan tanah disarankan untuk memperbaki sifat fisik tanah, disamping mengurangi penggunaan pupuk buatan. Pemberian kapur dilakukan pada lahan yang memiliki tingkat keasaman tinggi.
4. Penanaman
Pemberian inokulum rhizobium/legin pada lahan dianjurkan, terutama pada lahan yang belum pernah ditanami kedelai. Kedelai ditanam secara tugal, dibuat lubang tanam sedalam 5 cm kemudian masukkan benih kedelai 2 atau 3 biji per lubang, lalu ditutup halus dengan tanah subur. Varietas unggul kedelai pada umumnya memiliki percabangan sedikit sehingga bisa ditanam dengan populasi yang lebih banyak. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 x 10 cm atau 30 x 10 cm atau 25 x 25 cm.
5. Pemeliharaan Tanaman
a) Penjarangan dan Penyulaman
Setelah 5 sampai 6 hari setelah tanam, kedelai mulai tumbuh. Jika pada lahan pertanaman banyak tanaman yang tidak tumbuh/pertumbuhan abnormal, maka tanaman disulam dengan benih baru. Sangat dianjurkan menggunakan benih yang sama setelah di campur legin.
b) Penyiangan dan Pembumbunan
Pembersihan sekitar tanaman kedelai dari gulma dilakukan 2 sampai 3 kali sebelum tanaman berbunga. Penyiangan pertama dilakukan disaat tanaman berumur 2 sampai 3 minggu, kemudian penyiangan kedua dilakukan bersamaan dilakukannya pemupukan yang kedua. Pembumbunan perlu dilakukan namun harus secara hati – hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar dapat menjadi sebab timbulnya penyakit yang berbahaya.
c) Pengairan dan Penyiraman
Tanaman kedelai menghendaki keadaan tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Pada saat kedelai menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Hal yang perlu diingat bahwa fase kritis kekurangan air yaitu pada saat perkecambahan, berbunga serta saat terbentuk dan pengisian polong.
d) Pemupukan
Simbiosis antara kedelai dengan bakteri pengikat nitrogen terjadi setelah tanaman berumur 4 minggu, maka dari itu dianjurkan memupuk kedelai :
Urea : diberikan pertama kali 50 kg per hektar, pemberian kedua setelah tanaman berumur 2 minggu setelah tanam dengan dosis 50 kg per hektar, dan pemberian ketiga pada saat kedelai berumur 6 minggu setelah tanam, dengan dosis 30 kg per hektar.
SP 36 : diberikan pertama kali 100 kg per hektar, pemberian kedua setelah tanaman berumur 2 minggu setelah tanam dengan dosis 40 kg per hektar, dan pemberian ketiga pada saat kedelai berumur 6 minggu setelah tanam, dengan dosis 20 kg per hektar.
KCl : diberikan pertama kali 75 - 100 kg per hektar, pemberian kedua setelah tanaman berumur 2 minggu setelah tanam dengan dosis 20 kg per hektar, dan pemberian ketiga pada saat kedelai berumur 6 minggu setelah tanam, dengan dosis 40 kg per hektar.
Dosis tersebut diatas merupakan anjuran umum, namun untuk spesifik lokasi dianjurkan untuk berkonsultasi dengan PPL/PPS setempat.
6. Hama dan Penyakit
a) H a m a
 Kutu Daun (Aphis glycine)
Kerusakan: populasinya yang cukup tinggi menyebabkan tanaman layu, daun gugur, tanaman menjadi kerdil dan polong kurang. Pengendalian: menggunakan varietas kedelai yang tahan, tidak menanaman tanaman inang hama seperti: terung, kapas, atau kacang kacangan; menggunakan musuh alami dan semprotan natural BVR atau pestisida dipermukaan dan bawah daun.
 Kumbang Kedelai (Phaedonia inclusa)
Kerusakan : larva dan kumbang memakan daun, bunga, pucuk dan polong muda. Pada serangan yang berat seringkali daun tinggal tulangnya saja. Pengendalian: menjaga kebersihan lahan dari gulma, penggunaan parasitoid kumbang, dan aplikasi insektisida.
 Penggerek Polong (Etiella zinchenella)
Kerusakan: larva merusak biji dengan cara menggerek kulit polong muda lalu masuk menggerek biji. Waktu buah masih hijau, polong di bagian luar berubah warna, didalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian: menjaga kebersihan lahan, penggunaan parasitoid, penanaman tepat waktu, dan aplikasi insektisida 45 hari setelah tanam.
b) Penyakit
 Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas sp.)
Kerusakan: terjadi pada saat kelembaban lingkungan relatif tinggi, dicirikan tanaman mengalami layu mendadak. Pengendalian: penggunaan varietas tahan layu, sanitasi kebun, rotasi tanaman, dan pemberian natural GLIO.
 Penyakit Layu (Sclerotium R)
Kerusakan : terjadi pada saat kelembaban relative tinggi dan pada jarak tanam yang terlalu rapat. Penyakit ini merusak tanaman pada umur 2 sampai 3 minggu, dicirikan dengan daun sedikit demi sedikit layu dan menguning. Penyebaran bibit penyakit layu ini melalui tanah dan air irigasi. Pengendalian: tanam varietas tahan, dan tebarkan natural GLIO.
 Penyakit Anthracnose (Coletotrichum)
Kerusakan: daun dan polong bintik – bintik ber warna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang akan bisa menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian: rotasi tanam yang tepat, pencegahan diawal dengan natural GLIO.
7. P a n e n
Waktu panen pada kedelai bervariasi berdasarkan varietas yang ditanam dan penanganan teknis budidaya. Namun secara umum kedelai dipanen jika 70 persen daun sudah agak menguning dan rontok, polong keras dan berubah warna menjadi kecoklatan, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Kedelai dipanen serentak secara memotong batang utama tepat diatas permukaan tanah. Hasil panen beserta polong yang menempel diangkut untuk dikeringkan.

0 comments:

Posting Komentar

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul