RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label jeruk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jeruk. Tampilkan semua postingan

Berita Pertanian ; Jeruk Medan Harus Dikembangkan

Posted by Flora Sawita Labels: , , ,















Medan
. Jeruk asal Berastagi, Kabupaten Karo atau yang lebih dikenal dengan jeruk Medan merupakan buah yang masih stabil dalam hal produktifitas. Karena itu, perlu pengembangan maksimal untuk menjaga agar tidak terpuruk.


Hal itu dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim saat memberikan sambutan pada ‘Acara Sinkronisasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Hortikultura tahun 2012 dan Perencanaan tahun 2013 Wilayah Barat’, di Hotel Grand Aston City Hall, Selasa (7/2).

Menurutnya, dengan memberikan perhatian lebih maka jeruk Medan akan tetap ada. “Sebagai salah satu produk hortikultura unggulan di Sumatera Utara, masih lebih baik nasibnya jika dibandingkan dengan jeruk asal Garut yang sejak beberapa tahun lalu terpuruk dan hingga kini sulit dibangkitkan.

Maka itu, jeruk Medan harus dijaga, dan program Sekolah Lapangan Pertanian Tanaman Terpadu (SL- PTT), harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pengembangan komoditas tersebut," katanya.

Hasanuddin juga menjelaskan bahwa hortikultura selama ini hanya dianggap sebagai komoditas ke sekian setelah komoditas pangan seperti padi. Hal tersebut bisa dilihat dari anggaran pengembangan hortikultura di tahun 2012 mencapai Rp 580 miliar untuk seluruh kabupaten di Indonesia.

Menurutnya angka tersebut kecil karena di satu sisi pemerintah mendorong agar sektor hortikultura meningkat dan memiliki daya saing di pasaran nasional maupun internasional. Namun di sisi lain, jika anggaran tersebut dibagikan ke seluruh kabupaten akan sangat kecil dan tidak akan memenuhi kebutuhan. "Bisa saja di kabupaten tertentu hanya akan mendapatkan anggaran dalam jumlah ratusan juta yang mana itu tidak akan cukup," ujarnya.

Begitupun kata Hasanuddin, pelaku hortikultura masih bisa bekerjasama dengan pihak lain misalnya perbankan. Di samping itu, dalam pemilihan varietas hortikultura yang dapat berdaya saing, menurutnya tidak boleh ragu jika harus mengganti vartietas yang dianggap lebih memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, dalam mengembangkan hortikultura dalam skala besar, tidak boleh dipusatkan dalam satu tempat saja karena hal ini dapat menjadi bumerang khususnya saat terjadi panen bersamaan akan menurunkan harga komoditas tersebut.

"Intinya, bagaimana petani bisa jeli melihat situasi sehingga penghasilannya dari sektor hortikultura bisa meningkat," katanya.

Mengenal Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,






Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi jeruk baik kualitas maupun kuantitas. Pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit mutlak diperlukan untuk menekan kerusakan dan kerugian yang ditimbulkannya.

Strategi pengendalian dan pengelolaan hama dan penyakit tanaman jeruk yang tepat perlu diterapkan baik pada pembibitan dan tanaman dewasa dilapangan.

Bibit bebas penyakit yang dibudidayakan bukanlah berarti bibit yang tahan terhadap penyakit. Kondisi lingkungan dimana bibit ini dibudidayakan sangat mempengaruhi bibit ini untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu upaya pengendalian hama dan penyakit mutlak dilakukan agar bibit yang bebas penyakit ini dapat berproduksi sesuai dengan yang diharapkan.

Pengenalan hama dan penyakit serta gejala serangannya adalah sangat penting untuk menentukan strategi pengendaliannya yang tepat. Kekeliruan identifikasi jenis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang menyerang tanaman jeruk serta pengenalan gejala serangan berakit pada kekeliruan strategi pengendalian sehingga akan berdampak negatif.

Berikut adalah beberapa jenis hama dan penyakit tanaman jeruk, bagian tanaman jeruk yang diserang beserta gejala setelah diserang hama penyakit dan cara mengendalikannya.

Hama dan Penyakit Jeruk

Hama Tanaman Jeruk


a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)

Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
Gejala: tunas keriting, tanaman mati.
Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian diserang : tunas muda dan bunga.
Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian diserang : daun muda.
Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah.
Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.
e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian diserang : buah.
Gejala: lubang gerekan buah keluar getah.
Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.


f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil.
Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.
Pengendalian: semprotkan PESTONA


g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian diserang : tangkai dan daun muda.
Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis.
Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.

h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian diserang : tangkai buah.
Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.

i. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian diserang : buah yang hampir masak.
Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.
Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.


Penyakit Tanaman Jeruk
a. CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri.
Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang.
Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye.
Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor.

b. Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis.
Bagian diserang : batang atau cabang.
Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas.
Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
c. Embun tepung
Penyebab: jamur Oidium tingitanium.
Bagian diserang : daun dan tangkai muda.
Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda.
Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

d. Kudis
Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti.
Bagian diserang : daun, tangkai atau buah.
Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye.
Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
e. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae.
Bagian diserang : buah.
Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, gunakan Natural GLIO awal tanam
f. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae.
Bagian diserang : akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung.
Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering.
Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. gunakan Natural GLIO pada awal tanam g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp.
Bagian yang diserang: buah dan bunga.
Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur.
Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
h. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor.
Bagian diserang : batang.
Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas.
Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.

(Tulisan didapat dari beberapa sumber)

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul