LONDON- Pasaran komodtas dunia semakin terpuruk pekan lalu akibat ketegangan baru zona euro, penguatan dolar dan data ekonomi makro yang mengecewakan dari China dan AS.
Perkembangan pasaran beberapa komoditas utama di pasar internasional pekan lalu, dapat disimpulkan sebagai berikut:
MINYAK MENTAH
Pasaran: Susut. Futures tergerus setelah sempat mendapat dukungan pada awal pekan akibat ketegangan yang terkait dengan negara pengekspor utama minyak, Iran.
Euro merosot ke tingkat terendah dalam tujuh pekan terakhir pada Jum’at, sehingga menekan permintaan minyak denominasi dolar yang menjadi semakin mahal bagi pembeli yang menggunaka mata uang yang lebih lemah.
Euro anjlok hingga $1,3212, terendah sejak awal Oktober akibat perbedaan pendapat yang semakin tajam di antara para pemimpin Eropa dalam menangani krisis utang.
Dalam pertemuan Kamis lalu, Jerman dan Prancis berjanji mengubah perjanjian soal Uni Eropa tapi Jerman tetap teguh menolak penerbitan surat utang bersama atau memperluas peran bank sentral Eropa.
Kejatuhan minyak juga menyebabkan kekhawatiran pedagang terhadap melemahnya aktifitas manufaktur di China, salah satu konsumen energi terbesar dunia.
Pasar juga tertekan karena data mengecewakan yang dirilis AS sebagai konsumen minyak terbesar.
Di London, kontrak Brent untuk Januari ditutup menjadi $106,11/barel Jum’at, turun dari $109,04 sepekan lalu.
Di New York, kontrak Januari ditutup $96,06 per barel, dibanding dengan $98,84 sepekan lalu.
K A R E T
Pasaran: Tertekan. Harga semakin melemah dengan berlanjutnya ketidakpastian masalah utang zona euro.
Selain itu, melemahnaya data ekonomi AS dan China sebagai konsumen bahan baku utama dunia membuat perdagangan agak sepi.
Di Tokio, kontrak benchmark Mei 2012 memulai debutnya 263,00 yen/kg , sementara kontrak April ditutup 261,20 yen/kg, sedikit melemah dari tutup 273,50 yen sepekan sebelumnya.
Di Singapura, TSR-20 Desember ditutup 315,00 US sen/kg pada hari Jumat, turun dari 334,50 sen sepekan lalu.
Di Thailand, STR-20 Januari ditutup $3,30/kg, turun dari $3,40 sepekan lalu.
Di Malaysia, SMR-20 untuk Januari ditutup $3,25/kg, turun dari $3,35 sepekan lalu
Di Indonesia, SIR-20 Januari ditutup 148 US sen/lb, turun dari 155 sen sepekan lalu.
K O P I
Pasaran: Bervariasi. Harga diperdagangkan tidak menentu seiring dengan pasar yang mencermati perkembangan cuaca.
"Keprihatinan terhadap kemungkinan kerusakan pada tanaman kopi musim mendatang di Brazil sedikit mereda berkat hujan yang turun baru-baru ini," kata analis dari Commerzbank.
Di London, kontrak Robusta Januari ditutup £1.882 per ton, naik dari £1.846 sepekan lalu.
Di New York, kontrak Arabica Maret 2011 ditutup 234,00 US sen/lb, melemah dari 236,85 sen sepekan lalu.
K A K A O
Pasaran: Merosot. Memburuknya fundamental mengakibatkan harga anjlok ke posisi terburuk dalam tiga tahun terakhir.
"Pasar jatuh bukan hanya karena ketidakpastian makro atau dolar AS yang menguat, tapi juga deteriorasi fundamental ...seiring dengan meningkatnya hasil panen yang menekan pasar," kata analis dari Macquarie, Kona Haque.
Di London, kontrak Maret ditutup £1.532 per ton, tergerus dari £1.584 sepekan lalu.
Di New York, kontrak Maret ditutup $2.383 per ton Jum’at, susut dari $2.492 sepekan lalu.
G U L A
Pasaran: Anjlok. Harga kontrak berjangka merosot semakin dalam.
Analis senior dari The Price Group, Jack Scoville, mengatakan bahwa kejatuhan pasar disebabkan membanjirnya pasokan.
Selain itu, laporan ekspor gula dalam jumlah signifikan dari India membuat pasar semakin bearish.
Di London, kontrak gula putih untuk Maret ditutup £600,40 per ton Jumat, susut dari £627,40 sepekan lalu.
Di New York, kontrak gula mentah Maret 2011 22,86 US sen/lb, tergerus dari 24,23 sen sepekan lalu.
(AFP/RM/AP/BT/FXS/My)/Ana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Label
2011 News
AGRIBISNIS
APINDO
Africa
Agriculture Business
Agriculture Land
Argentina
Australia
Bangladesh
Berita
Berita Detikcom
Berita Info Jambi
Berita Kompas
Berita Padang Ekspres
Berita Riau Pos
Berita Riau Today
Berita Tempo
Berita riau terkini
Biodiesel
Bursa Malaysia
CPO Tender Summary
Cattle and Livestock
China
Cocoa
Company Profile
Corn
Cotton
Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO)
Dairy
Dairy Products
Edible Oil
Euorope
European Union (EU)
FDA and USDA
Fertilizer
Flood
Food Inflation
Food Security
Fruit
Futures
Futures Cocoa and Coffee
Futures Edible Oil
Futures Soybeans
Futures Wheat
Grain
HUKUM
India
Indonesia
Info Sawit
Investasi
Invitation
Jarak pagar
Kakao
Kapas
Karet
Kebun Sawit BUMN
Kebun Sawit Swasta
Kelapa sawit
Kopi
Law
Lowongan Kerja
MPOB
Malaysia
Meat
News
Nilam
Oil Palm
Oil Palm - Elaeis guineensis
PENGUPAHAN
PERDA
Pakistan
Palm Oil News
Panduan Pabrik Kelapa Sawit
Penawaran menarik
Pesticide and Herbicide
Poultry
REGULASI
RSPO
Rice
SAWIT
Serba-serbi
South America
Tebu
Technical Comment (CBOT Soyoil)
Technical Comment (DJI)
Technical Comment (FCPO)
Technical Comment (FKLI)
Technical Comment (KLSE)
Technical Comment (NYMEX Crude)
Technical Comment (SSE)
Technical Comment (USD/MYR)
Teknik Kimia
Thailand
Trader's Event
Trader's highlight
USA
Ukraine
Usaha benih
Vietnam
Wheat
benih bermutu
benih kakao
benih kelapa
benih palsu
benih sawit
benih sawit unggul
bibit sawit unggul
biofuel
biogas
budidaya sawit
corporation
palm oil
pembelian benih sawit
perburuhan
pertanian
soybean
umum
varietas unggul

0 comments:
Posting Komentar