Medan. - Sekalipun Kota Medan sudah punya Perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW), ternyata Propinsi Sumatera Utara (Sumut) masih belum rampung menyusunnya. Akibatnya realisasi investasi, khususnya di sektor perkebunan, dikhawatirkan melambat.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Irfan Mutyara mengemukakan, belum adanya kepastian terkait RTRW tersebut menyebabkan sejumlah investor ragu untuk berinvestasi, khususnya terkait kepemilikan lahan perkebunan di Sumut.
"Dengan tidak adanya kepastian itu, karena belum ada RTRW, maka investor ragu membeli lahan. Bahkan yang sudah eksisting selama ini pun mulai mengkhawatirkan sejumlah lahan yang sudah memiliki Hak Guna Usaha (HGU) tapi dinyatakan masuk dalam kawasan hutan," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Irfan Mutyara, kepada MedanBisnis, Selasa (13/7).
Irfan mengatakan, kekhawatiran ini sebenarnya sudah muncul sejak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 44 Tahun 2005 tentang Kawasan Hutan.
Dalam SK tersebut disebutkan lebih dari 3 juta hektare kawasan di Sumut masuk kawasan hutan. "Dalam kawasan itu bahkan sudah ada yang memiliki HGU dan bahkan pemukiman warga dan perkantoran, ini tentu menjadi kekhawatiran yang beralasan," terang Irfan Mutyara.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, saat ini RTRW masih pembahasan lanjutan oleh Pansus RTRW DPRD Sumut.
Pembahasan dimaksud terkait zona per zona. "Namun memang pembahasan ini masih menunggu keputusan terkait usulan daerah terkait revisi SK 44/2005. Sampai saat ini, belum ada hasil terkait sejauh mana Menhut mengakomodir usulan revisi dari daerah tersebut," katanya. (herman saleh/yuni naibaho) MB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Label
2011 News
AGRIBISNIS
APINDO
Africa
Agriculture Business
Agriculture Land
Argentina
Australia
Bangladesh
Berita
Berita Detikcom
Berita Info Jambi
Berita Kompas
Berita Padang Ekspres
Berita Riau Pos
Berita Riau Today
Berita Tempo
Berita riau terkini
Biodiesel
Bursa Malaysia
CPO Tender Summary
Cattle and Livestock
China
Cocoa
Company Profile
Corn
Cotton
Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO)
Dairy
Dairy Products
Edible Oil
Euorope
European Union (EU)
FDA and USDA
Fertilizer
Flood
Food Inflation
Food Security
Fruit
Futures
Futures Cocoa and Coffee
Futures Edible Oil
Futures Soybeans
Futures Wheat
Grain
HUKUM
India
Indonesia
Info Sawit
Investasi
Invitation
Jarak pagar
Kakao
Kapas
Karet
Kebun Sawit BUMN
Kebun Sawit Swasta
Kelapa sawit
Kopi
Law
Lowongan Kerja
MPOB
Malaysia
Meat
News
Nilam
Oil Palm
Oil Palm - Elaeis guineensis
PENGUPAHAN
PERDA
Pakistan
Palm Oil News
Panduan Pabrik Kelapa Sawit
Penawaran menarik
Pesticide and Herbicide
Poultry
REGULASI
RSPO
Rice
SAWIT
Serba-serbi
South America
Tebu
Technical Comment (CBOT Soyoil)
Technical Comment (DJI)
Technical Comment (FCPO)
Technical Comment (FKLI)
Technical Comment (KLSE)
Technical Comment (NYMEX Crude)
Technical Comment (SSE)
Technical Comment (USD/MYR)
Teknik Kimia
Thailand
Trader's Event
Trader's highlight
USA
Ukraine
Usaha benih
Vietnam
Wheat
benih bermutu
benih kakao
benih kelapa
benih palsu
benih sawit
benih sawit unggul
bibit sawit unggul
biofuel
biogas
budidaya sawit
corporation
palm oil
pembelian benih sawit
perburuhan
pertanian
soybean
umum
varietas unggul

0 comments:
Posting Komentar