RSS Feed

BUDIDAYA KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris)

Posted by Flora Sawita

Kacang buncis adalah satu dari sekian banyak sayuran yang digemari karena rasanya yang enak dan gurih. Kacang yang satu ini kaya akan vitamin A, vitamin B, dan vitamin C, terutama pada bagian bijinya. Kacang buncis merupakan jenis sayuran polong semusim yang merambat. Kacang ini mirip dengan kacang panjang. Hanya saja bedanya terletak pada kurangnya daya kemampuan buncis dalam bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium. Daun kacang buncis agak kasar dan tipe polongnya lebih pipih dari pada kacang panjang. Dengan aroma polong yang agak langu, ukuran polongnya pendek sekitar 12 cm, ada yang lurus atau bengkok dengan warna beraneka macam, bentuknya ada yang pipih dan ada yang gilig. Buncis enak dimakan sewaktu polongnya masih muda, sedangkan waktu tua polongnya kelat dan kurang disenangi.
1. Jenis Kacang Buncis
Meski kacang buncis (Phaseolus vulgaris L) banyak jenisnya, namun secara garis besar ter bagi dua bagian, yaitu tanaman buncis yang membelit (merambat) dan yang tidak membelit. Jenis tanaman buncis yang membelit diantaranya kacang buncis, kacang lompeh (rompes) dan kacang kopak. Kacang Francis merupakan salah satu dari jenis kacang buncis yang terkenal. Varietas buncis yang ada di Indonesia adalah: hawaian woner, surakarta, helda, hargo, promo, dan kuntucky wonder. Mengikut jenis/varietasnya maka biji jenis buncis ada yang ungu, putih dan hitam. Jenis kacang buncis yang tidak membelit ialah kacang jogo, terdiri atas dua macam :
a) Kacang coklat (bruine boon)
Kacang coklat merupakan jenis kacang jogo yang tidak membelit. Tanaman ini termasuk pendek dengan tinggi sekitar 40 cm, dengan biji berwarna ungu atau coklat. Ada juga jenis kacang jogo yang dimakan polong muda (kacang francis pendek) misalnya rich green, brezobel, dan hawkesbury wonder.
b) Kacang merah (rode boon)
Kacang merah adalah kacang jogo pendek yang tingginya sekitar 30 cm. Bijinya berwarna merah atau agak berbintik – bintik putih, misalnya varietas garut. Varietas ini banyak ditanam petani sebagai tanaman sela dengan bawang daun. Kacang jogo ini hanya dimakan bijinya dari buah yang telah tua.
2 Bertanam Kacang Buncis
Kacang buncis tumbuh dengan baik pada ketinggian sekitar 300 sampai 600 dpl, terutama di ketinggian diatas 1000 mdpl. Beberapa sentra tanaman buncis di Indonesia adalah Cisarua, Pangalengan, Pacet (Cipanas), Lembang (Bandung), Batu dan Nangka Jajar (Malang).
Kacang buncis tumbuh dengan baik pada lahan yang tidak tergenangi air, suhu udara yang disukai sekitar 20 sampai 25 derajad Celsius, dengan iklim yang kering selama pertumbuhan dan derajad keasaman tanah (pH) antara 5,5 sampai 6. Dianjurkan untuk menanam buncis saat menjelang akhir musim hujan. Jika buncis ditanam pada musim hujan, tanaman perlu dirawat lebih intensif.
a)Cara Tanam
Kacang buncis dibudidayakan dengan bijinya. Seperti jenis kacang pada umumnya, buncis ditanam langsung dengan bijinya pada lahan kebun yang telah disiapkan. Sebelum ditanam, lahan diolah dengan cara dicangkul. Tanah yang subur tidak perlu diberi pupuk kandang; akan tetapi jika tanahnya tandus perlu diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton per ha. Lalu tanah diratakan, dibuat bedengan yang lebarnya sekitar 100 cm, sedangkan untuk kacang jogo sekitar 80 cm. Diantara bedengan dibuat parit yang ukuran lebarnya 20 sampai 30 cm.
Lubang tanam dibuat dengan cara di tugal, dibuat lurus agar pertumbuhan tanaman Nampak rapi. Tiap bedengan dapat memuat dua baris tanaman dengan jarak antarbaris sekitar 50 cm. Sedangkan jarak antar lubang tanaman buncis sekitar 20 cm, dan untuk kacang jogo sekitar 40 cm. Lubang tanam tersebut ditanami 2 sampai 3 biji kacang, lalu ditutup dengan tanah tipis – tipis, akan lebih baik jika lubang yang telah dimasukkan biji ditutupi dengan kompos/pupuk kandang yang sudah jadi tipis – tipis. Pada areal pertanaman seluas 1 hektar dibutuhkan 80 sampai 100 Kg biji kacang buncis atau 120 Kg biji kacang merah. Lima hari kemudian sesudah tanam, biji akan mulai tumbuh.
Untuk memacu pertumbuhan buncis agar optimal, maka tanaman dapat diberi pupuk buatan berupa urea, TSP dan KCl dengan kadar perbandingan 1 : 3 : 1 sebanyak 10 gr tiap tanaman. Jika pupuk kandang tidak diberikan pada saat tanam, maka pupuk buatan diberikan bersamaan waktu tanam dengan cara diletakkan didalam lubang dekat lubang tanam. Pada lahan tandus (marjinal) setelah tanaman berumur tiga minggu dari waktu tanam, perlu diberi pupuk susulan berupa urea sebanyak 100 kg per hektar, terutama pada jenis kacang merah.
Tanaman buncis sangat responsif terhadap tanah yang subur olehnya itu jika pupuk nitrogen berlebihan maka bakteri Rhizobium tidak akan lagi bekerja. Ini akan menjadikan tanaman buncis tumbuh bongsor, tetapi buahnya sedikit sehingga menurunkan hasil produksinya.
Pada saat tinggi tanaman buncis telah mencapai sekitar 20 cm, tanaman perlu diberikan ajir yang terbuat dari bambu. Ajir tersebut juga berfungsi sebagai tempat membelit, seperti halnya pada tanaman kacang panjang.
b) Pemeliharaan Tanaman
Meski agak sulit tanaman buncis perlu dirawat secara khusus. Pemeliharaan tanamannya meliputi membersihkan rumput/gulma, pengendalian hama dan penyakit.
Hama yang biasa menyerang tanaman buncis adalah ulat dari lalat kacang (Agromyza). Ulat (larva) tersebut masuk dan merusak pangkal batang sehingga daun menjadi menguning. Pengendalian dilakukan dengan cara sanitasi lingkungan dan penyemprotan Decis 2,5 EC konsentrasi 0,2 persen.
Penyakit yang biasa terdapat pada kacang buncis adalah bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Antrachnosa (Colletetrichum lindemuthianum). Cendawan ini biasa menyerang polong muda, terutama pada kacang merah yang dicirikan dengan bercak konsentris berwarna ungu. Akibat penyakit ini mutu tanaman menjadi rendah. Pengendalian dapat dilakukan dengan aplikasi Benlate atau Dithane M-45 0,2 sampai 0,3 persen.

0 comments:

Posting Komentar

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul