RSS Feed

BUDIDAYA BAYAM (Amaranthus sp.)

Posted by Flora Sawita

Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp. Kata amaranth dalam bahasa Yunani berarti everlasting (abadi). Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika yang tropik. Pada mulanya tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan hias. Tetapi dalam perkembangannya tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara – negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Indonesia.
Satu – satunya sayuran yang termasuk famili Amaranthaceae adalah bayam (Amaranthus sp), dengan morfologi berbentuk perdu atau semak. Jenis sayuran ini banyak digemari karena rasanya enak, lunak, dan bisa memperlancar pencernaan. Bayam banyak mengandung vitamin A dan C serta sedikit vitamin B yang sangat berguna bagi pertumbuhan dan penyembuhan sesudah sakit. Bayam disamping itu juga banyak mengandung garam – garam mineral yang penting seperti kalsium, fosfor dan zat besi.
1. Jenis Bayam
Secara garis besar, bayam dibedakan atas dua, yaitu yang dibudidayakan dan yang tumbuh liar. Bayam yang tumbuh liar ada 2 jenis, yaitu bayam tanah (A. blitum L) dan bayam berduri (Amaranthus spinosus L.). Bayam ini juga enak dimakan hanya saja agak keras dan kasap, yang warna batangnya agak kemerahan. Bayam yang dibudidayakan pada umumnya berbiji hitam, dengan tipe terbagi atas bayam cabut dan bayam tahun.
• Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L);
Bayam cabut biasa disebut dengan bayam sekul, yang terbagi atas bayam merah dan yang hijau keputihan. Tanaman ini berbunga pada ketiak daun dan dapat dijual bersama dengan akarnya dalam bentuk ikatan. Jenis yang dianjurkan adalah giti hijau dan giti merah.
• Bayam Tahun (Amaranthus hybridus L)
Bayam tahun ini biasa disebut dengan bayam skop atau bayam kakap, dengan ciri daun lebar. Bayam tahun ini terbagi atas varietas caudatus dan peniculatus. Varietas caudatus berdaun agak panjang, dengan ujung yang runcing dan berwarna hijau atau merah tua. Bunganya merangkai panjang diujung – ujung batang. Sedangkan jenis veniculatus memiliki dasar daun yang lebar dengan warna yang hijau. Rangkaian bunga yang panjang, tersebar pada ketiak daun/cabang namun lebih teratur daripada caudatus. Bayam tahun ada yang berbiji putih, yang dikenal dengan nama bayam maksi (A. hypochondriacus). Bijinya enak dimakan dan biasa dijadikan sebagai bubur atau campuran roti. Waktu masih kecil bayam maksi warnanya merah tetapi bila telah besar warnanya hijau agak kemerahan. Jenis bayam lainnya adalah bayam belanda atau spinas (Spinacea oleracea). Bayam spinas yang sangat terkenal adalah marisca, samba dan juga movera, rasa bayam dataran tinggi ini sangat terkenal dan enak.


2 Bertanam Bayam
Bayam termasuk perdu yang dapat tumbuh di sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun tinggi. Perawatan yang mudah menjadikan tanaman ini biasa ditanam di kebun atau di pekarangan rumah. Bayam yang ditanam di pekarangan biasanya jenis Amaranthus hybridus. Bayam ada juga yang ditanam di tegalan, yaitu jenis bayam sekul. Waktu pembudidayaan yang baik adalah awal musim hujan atau pada awal musim kemarau. Jika ditanam pada musim kemarau, maka ketersediaan air harus mencukupi sebab bayam termasuk tanaman yang berbatang lunak.
Bayam tumbuh baik pada keasaman (pH) tanah berkisar 6 sampai 7. Bila pH kurang dari 6 maka bayam akan tumbuh merana. Sedangkan bila lebih dari 7, maka daun/batangnya yang lunak akan mengalami klorosis yaitu timbulnya warna putih kekuningan, terutama pada daun yang muda.
a) Cara Tanam
Bayam biasanya dikembangkan dengan bijinya, dimana untuk penanaman 1 hari perlukan 5 sampai 10 kg biji atau sekitar 0.5 hingga 1 gr biji per meter persegi. Biji bayam bisa langsung ditebar atau dapat disemai terlebih dahulu, hanya saja teknik penyemaian ini jarang dilakukan. Sebelum biji di tanam, lahan terlebih dahulu diolah. Tujuannya untuk membuka pori – pori tanah, memudahkan aerase, mematikan bibit gulma dan hama penyakit yang biasa bersarang di dalam tanah. Persiapan lahan dilakukan dengan cara mencangkul sedalam 20 sampai 30 cm kemudian diberi pupuk kandang/kompos sekitar 10 ton per ha atau sekitar 1 kg per meter persegi. Lahan penanaman dibuat bedengan yang lebarnya 1 meter dengan populasi tanaman 5 baris per bedeng. Hal ini untuk memudahkan pemungutan hasil disamping paritnya sebagai saluran drainase (pembuangan air). Perlu diingat bahwa peng genangan air di areal pertanaman harus dihindari mengingat bayam sangat mudah terserang hama dan penyakit.
Pada penanaman langsung, biji bayam di tebar berbaris membujur dari barat ke timur berjarak antar baris 20 cm. Penebaran biji harus dilakukan dengan hati – hati dan merata serta tidak bertumpuk, agar tanaman dapat tumbuh seragam dan menyebar merata maka biji bisa dicampur dengan sedikit pasir atau abu dapur dalam penebarannya di pertanaman.
Bji bayam akan tumbuh setelah 3 sampai 5 hari setelah ditebar. Tanaman yang telah berumur sekitar 2 minggu, setiap pagi di gerakkan dengan ujung sapu lidi yang dipegang mendatar. Dengan cara ini tanaman menjadi kuat, cepat tumbuh dan terbebas dari hama berbahaya. Setelah tanaman berumur sekitar 3 minggu (berdaun sekitar 4 helai), sebaiknya diberikan urea sebanyak 100 kg per hektar yang ditebarkan diantara 2 baris tanaman.
Meski jarang dilakukan, namun untuk penanaman dengan cara penyemaian, biji bisa disemai ditempat yang agak teduh. Setelah tingginya sekitar 10 cm maka bibit dapat dipindahkan ke bedengan. Jarak tanam 20 x 40 cm, dengan cara pemupukan tanaman sama seperti diatas.

b) Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman bayam berupa penggemburan tanah di sekitar tanaman seraya membuang gulma, misal ilalang dan teki serta membunuh ulat/hama lainnya. Pemberantasan ulat daun pada tanaman bayam dipekarangan jarang sekali menggunakan insektisida, namun cukup dilakukan secara manual dengan tangan.
c) Pemanenan
Saat tanaman berumur 1 bulan bisa mulai dilakukan penjarangan. Tanaman nampak besar dan rapat dicabut sehingga jarak antar baris sekitar 40 cm. Hasil dari penjarangan ini adalah panen pertama. Setelah dijarangkan, tanaman bayam dapat dibiarkan tumbuh dikebun lebih lama, biasanya hingga musim tanam berikutnya.
Sebelum bunga muncul pada ketiak daun atau ujung batang, tanaman dipangkas agar banyak cabangnya. Selanjutnya bisa dilakukan pemangkasan kembali pada setiap daun atau ujung – ujung cabang yang panjang saja. Hasil pemangkasan ini juga dapat djual, meski pada saat ini penjualan bayam dalam bentuk daun atau pangkasan sudah tidak umum, bayam biasanya dijual dalam bentuk cabutan.
Setelah tanaman berumur sekitar 1 sampai 1,5 bulan, tingginya mencapai 20 sampai 30 cm, pada saat ini seluruh tanaman dapat dipanen dengan cara dicabut beserta akarnya. Tanaman bayam yang terawat dengan baik dan sehat dapat dipanen 3 ton per hektar.
3. Manfaat Bayam
Bayam dapat memperbaki kinerja ginjal dan memperlancar pencernaan, sehingga bayam sangat baik untuk orang yang baru sembuh dari sakit dan anak – anak pada masa pertumbuhan, terutama bayi. Untuk bayi, bayam dapat dicampur dengan nasi tim. Adapun akar bayam merah biasa digunakan sebagai obat disentri.
Bayam dapat dibuat aneka masakan, dari sayur bening, pecel, gado – gado, dan sebagainya. Sayur bayam sangat mudah dimasak, sekitar 5 menit direbus dalam air mendidih, bayam sudah masak. Perebusan yang terlalu lama akan menjadikan bayam hancur dan vitamin C-nya juga hilang. Bayam dimakan paling lama 12 jam setelah dimasak karena kandungan vitamin dan mineralnya akan dapat berkurang

0 comments:

Posting Komentar

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul