RSS Feed

Spekulan 'Berulah' di CPO

Posted by Flora Sawita Labels:

Sumber : detik.com
Kuala Lumpur - Harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah kembali melonjak tajam. Namun kenaikan harga yang signifikan itu ditengarai semata-mata karena aksi spekulasi.

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman 3 bulan pada Jumat (15/5/2009) akhir pekan lalu melonjak ke level RM 2.600 per ton, dibandingkan RM 2.000 pada 31 Maret lalu.

Lonjakan harga yang cepat itu langsung memicu keluhan tentang aksi spekulasi di pasar. Menurut seorang pilang, selama 31 Maret hingga 29 April, harga kontrak CPO 3 bulan telah melonjak hingga RM 400 per ton, dalam volume perdagangan yang tidak terlalu tinggi. Dan fakta itu dinilainya merupakan sebuah pertanda terjadinya spekulasi.

"Harga yang tinggi akan melukai konsumen karena harga kue, detergen dan produk lainnya menjadi lebih mahal," ujar seorang pialang berjangka seperti dikutip dari The Star, Senin (18/5/2009).

Chief Market Operations Officer Bursa Malaysia, Devanesan Evanson menegaskan, berdasarkan analisisnya, perubahan harga baru-baru ini adalah sehubungan dengan tingginya ketertarikan di pasar kontrak CPO yang berdenominasi Ringgit, ditambah dengan kenaikan harga dari minyak edible dan minyak mentah.

Pihak Bursa Malaysia sudah menyatakan, spekulator memainkan peranan penting di pasar namun harga tersebut merupakan refleksi yang sesungguhnya dari permintaan dan penawaran.

"Pembeli dan penjual spekulatif menciptakan semangat di pasar. Untuk keberhasilan pasar berjangka, maka penting sekali ada spekulator dan pelindung (Hedgers)," yujarnya.

Menurutnya, para hedger murni tidak akan cukup untuk menciptakan pasar berjangka CPO yang likuid.

"Partisipan spekulator akan dapat mengambil risiko dari sisi lain hedger menambah likuiditas sehingga mempermudah para hedger untuk melakukan lindung nilai," jelasnya.

Kenaikan harga CPO hingga RM 2.600 juga menimbulkan kekhawatiran bisa menciptakan risiko bagi para pelaku. Karena jika harga turun menjadi RM 2.100 atau RM 2.200, maka importir CPO besar seperti China dan India akan mulai gagal bayar atau default.

"Kami tidak dalam posisi untuk mengomentarai risiko gagal bayar para importir seperti China dan India di pasar fisik CPO. Namun di pasar berjangka, investor bisa melindungi risiko harga dari pasar fisik CPO," ujar Devanesan.

0 comments:

Posting Komentar

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul