RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label perkebunan tebu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkebunan tebu. Tampilkan semua postingan

Berita Pertanian : Harga Gula Beranjak Naik

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , , ,











SURABAYA.
Petani tebu rakyat di Jawa Timur (Jatim) mampu bernapas lega seiring merangkak naiknya harga gula internasional. Pekan kemarin, fluktuasi harga gula internasional mempengaruhi hasil harga tender 11.900 ton gula milik petani di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. Mencapai Rp 8.325 per (kilogram) hingga Rp 8.501,50 per kg.

Jika dibandingkan dengan lelang pada Juni 2011, maka hasil lelang pada Rabu menunjukan kenaikan. Pada awal juni, harga tender gula petani hanya Rp7.125 - Rp7.200 per kg. Yang tersu membaik dengan hasil pada minggu ke-4 Juni 2011, di posisi Rp8.050-Rp. 8.215.

"Kenaikan harga tampaknya dipicu pula oleh lonjakan harga dunia dalam beberapa hari belakangan yang cenderung liar," kata Adig Suwandi, Sekretaris PTPN XI kemarin.

Menurutnya, sebagian eskalasi harga dipicu mulai berkurangnya stok dari hasil giling 2010. Pada penutupan Bursa Berjangka London Tabu, Rabu, 13 Juli, gula untuk pengapalan Agustus 2011 diperdagangkan pada level USD876,30 per ton FOB (harga di negara asal, belum termasuk biaya pengapalan dan premium). Sedangkan harga untuk pengapalan Agustus dan Oktober 2011, masing-masing sebesar USD790,30 dan USD750,10.

Tender gula petani di lingkungan PTPN XI yang di gelar pada Rabu, 13 Juli, dihadiri 33 dari 36 perusahaan yang diundang. Harga yang terbentuk untuk 2.850 ton binaan pabrik gula (PG) wilayah Madiun Rp8.410 kg; 4.360 ton untuk wilayah Timur sebesar Rp8.325 per kg; 2.950 ton dari PG Semboro berhasil mencapai Rp8.501,50; dan 1.740 ton dari Djatiroto tercatat 8.325 per kg.

"Harga gula Semboro yang lebih tinggi dinilai wajar menginat proses produksinya telah mengalami perubahan dari sulfitasi ke remelt karbonatasi sehingga sudah setara semi-rafinasi, jelas Adig.

Dia berharap pembentukan harga terbaru ini mampu memotivasi petani tebu untuk terus meningkatkan produktivitas melalui best practices dan ekspansi areal.

Selain itu, petani tebu dan PG terus meminta agar pemerintah semakin pro aktif dalam upaya memposisikan peruntukan gula rafinasi di masyarakat.

Jangan sampai terjadi lagi lagi gula rafinasi yang seharusnya hanya untuk keperluan bahan baku industri pangan (makanan dan minuman) masuk ke pasar eceran dengan memperlakukannya sebagai gula eceran sehingga menjadi kompititor tidak sehat.

Berita Pertanian : Lahan Perluasan Perkebunan Tebu Masih Diinventarisir

Posted by Flora Sawita Labels: , ,


Jakarta. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sedang menginventarisir lahan hutan produksi yang penggunaannya masih bisa dialihkan untuk areal perkebunan tebu guna mendukung upaya pencapaian swasembada gula tahun 2014. "Di peta masih ada 16 juta hektare lahan yang bisa digunakan, kami dalam tahap menginventarisasi mana yang benar-benar bisa dikonversi," kata Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan Tri Joko Mulyono di sela seminar tentang investasi industri gula di Jakarta, Kamis (5/5).
Kementerian Kehutanan, menurut dia, juga sedang mengevaluasi izin prinsip penggunaan lahan hutan produksi. Lahan dengan izin prinsip lebih dari lima tahun yang sudah tidak bisa diperpanjang, ia melanjutkan, akan diprioritaskan untuk perkebunan tebu. "Tanggal 21 Maret lalu kami sudah umumkan 182 izin prinsip lebih dari lima tahun yang belum memenuhi syarat. Kami akan evaluasi, kalau tidak dilanjutkan akan kami batalkan untuk diberikan ke investor yang serius, termasuk untuk perkebunan tebu," katanya.

Menurut dia, luas areal dari ke-182 izin prinsip pengelolaan itu sekitar 103 ribu hektare. Ia menambahkan tahun 2010 pemerintah telah menerbitkan izin prinsip pengelolaan lahan seluas 40 ribu hektare di Merauke untuk perkebunan tebu.

Pada awal 2011, lanjut dia, satu pemerintah kabupaten di Sumatera Selatan juga telah mengalihkan izin pengelolaan lahan seluas 40 ribu hektare untuk areal perkebunan tebu. "Pemerintah pusat juga telah mendorong pemerintah daerah yang lain untuk memprioritaskan lahan untuk perkebunan tebu," katanya.

Menurut Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi, paling tidak 500 ribu hektare tambahan lahan diperlukan guna mendukung pencapaian swasembada gula.

Lahan tersebut diperlukan untuk membangun setidaknya 20 unit pabrik gula beserta perkebunan tebu baru untuk menambah produksi gula sesuai target.

Menurut peta jalan yang sudah dibuat pemerintah, revitalisasi industri gula nasional dilakukan dengan target produksi gula nasional yang pada 2009 sebanyak 2,6 juta ton dan turun jadi 2,2 juta ton tahun 2010, bisa naik menjadi 5,7 juta ton, sesuai kebutuhan nasional, pada 2014.

"Kalau lahan untuk itu sudah ada akhir tahun ini, kami optimistis swasembada tercapai, tapi kalau sampai pertengahan tahun depan belum tersedia akan sulit karena untuk membangun pabrik butuh setidaknya dua tahun, menyiapkan perkebunan tebu sampai menghasilkan juga butuh waktu dua tahunan," kata Benny.

Ia menambahkan sampai saat ini investor yang berminat menanamkan modal untuk pembangunan pabrik gula dan perkebunan tebu serta produsen gula yang berencana memperluas lahan untuk meningkatkan produksi belum bisa merealisasikan rencana karena sulit memperoleh lahan. (ant)

Label

2011 News AGRIBISNIS APINDO Africa Agriculture Business Agriculture Land Argentina Australia Bangladesh Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita Riau Today Berita Tempo Berita riau terkini Biodiesel Bursa Malaysia CPO Tender Summary Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn Cotton Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja MPOB Malaysia Meat News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis PENGUPAHAN PERDA Pakistan Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit Penawaran menarik Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI RSPO Rice SAWIT Serba-serbi South America Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight USA Ukraine Usaha benih Vietnam Wheat benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul bibit sawit unggul biofuel biogas budidaya sawit corporation palm oil pembelian benih sawit perburuhan pertanian soybean umum varietas unggul