Dalam rangka sambut Lebaran, ASIAN AGRI GROUP membagikan dua ribuan
paket sembako kepada kaum Duafa pada acara Safari Ramadan 1435H tahun
ini. Selain membagikan paket sembakoyang berisi bahan kebutuhan pokok.
Dalam kegiatan yang dilangsungkan di 9 Kecamatan yang terdapat di 5
Kabupaten se- Provinsi Riau ini. ASIAN AGRI GROUP juga memberikan paket
bingkisan berupa sajadah, sarung dan kipas angin.
�
Menurut Head Corporate Social Responbility ASIAN AGRI GROUP Haji Rafmen,
didampingi Manager Social Security Lesense ASIAN AGRI GROUP Zulbahri
saat melepas keberangkatan tim Safari Ramadan dari lokasi kantor yang
berada di Jalan Sudirman Pekanbaru, pada 10 Juli kemarin,menyebutkan.
Bantuan paket sembako yang diberikan kepada sedikitya 1.871 kaum Duafa,
yang tersebar di 67 desa 9 Kecamatan dan 5 Kabupaten, yang lokasinya
berada di sekitar wilayah unit bisnis ASIAN AGRI GROUP ini. Merupakan
sebagai bentuk tali asih dan keperdulian perusahaan kepada masyarakat,
khususnya masyarakat kurang mampu mampu. Dimana paket sembako yang
berisi gula, sirup, roti kaleng dan lainnya itu, dapat sedikit membantu
mengurangi beban kebutuhan sembako dalam menjalani puasa, serta
menyambut lebaran Idul Fitri.
"Pada Safari Ramadan kali ini kita membagikan bingkisan tali asih kepada
kaum Duafa yang tersebar di 67 desa Provinsi Riau. Dimana desa-desa
tersebut terletak di 9 Kecamatan dan 5 Kabupaten, yakni. Kecamatan Ukui,
Pelalawan, Langgam, Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan. Kecamatan
Rakit Kulim, Peranap, Kelayang, Lala, Lirik Kabupaten Indra Giri Hulu.
Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak. Kecamatan Singingi Hilir
Kabupaten Kuantan Singingi. Serta Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten
Kampar," jelas Rafmen.
�
Masih menurut pria yang memimpin departemen yang mengurusi kedidupan
sosial masyarakat yang khususnya tinggal disekitar lokasi unit bisnis
kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit milik ASIAN AGRI GROUP ini,
menambahkan. Selain melakukan kegiatan tali asih dengan membagikan
ribuan sembako bagi kaum Duafa. Dalam Safari Ramadan kali ini,
perusahaan juga memberikan paket bantuan kepada 54 masjid. Paket bantuan
ini merupakan bantuan pengadaan kipas angin dan sajadah (alas lantai
masjid tempat melakukan shalat-red)lebar.
�
"Safari Ramadan yang kita lakukan ini merupakan wujud kepedulian dan
silaturrahim perusahaan, kepada seluruh masyarakat yang bertempat
tinggal di sekitar kawasan kebun ataupun pabrik kita. Untuk terus
menjaga silaturrahim kepada masyarakat yang sebelumnya memang sudah
terjalin erat ini, Insya Allah pada setiap tahunnya perusahaan terus�
melakukan kegiatan ini, seperti pada tahun-tahun sebelumnya," ucap
Rafmen seraya berharap akan adanya Safari Ramadan pada tahun depan.
Perusahaan PT Sampoerna Agro yang begerak di bidang perkebunan terus
berupaya mendekatkan diri ke masyarakat serta menghelat pertemuan dengan
stakeholder di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu
(20/7/2014).
General Manager (GM) Plasma Riswan Sinaga mengatakan, dilaksanakan
kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan hubungan,
stakeholder dimana bulam ramadhan sangat baik untuk meningkatkan
pembinaan.
Disebutkan Riswan, perusahaan PT Sampoerna Agro memiliki anak cabang
perusahaan seperti, PT Aek Tarum, PT Gunung Tua Abadi, PT Mutiara Bunda
Jaya. Dari ide-ide anak cabang perusahaan ini timbul pertemuan antara
masyarakat dan unsur muspida di Pemerintahan Kabupaten OKI.
“Pertemuan ini untuk meningkatkan kualitas pembinaan hubungan antara
perusahaan dan masyarakat serta pemerintah,” ujar Riswan didampingi
Koordinator CSR PT Sampoerna Agro Ardian Indra Putra.
Untuk itu ditambahkan, Riswan, dengan terlaksananya kegiatan ini
menambah kebahagian atas atensi dan apresiasi dari stakeholder yang
memberikan masukan dan dukungan untuk perbaikan di masa yang akan
datang. Dan melalui kegiatan ini diharapkan terus mampu merawat
silaturahmi, kebersamaan, dan sinergi untuk hidup berdampingan dan
tumbuh bersama-sama.
Camat Mesuji Raya, Zainal Abidin mengungkapkan, kebanggaannya atas
keberadaan dan peran investor swasta yang turut dalam menyukseskan
agenda pembangunan daerah. Menurutnya, dukungan dari semua pihak dan
semoga PT Sampoerna Agro terus maju dan jaya kedepannya.
“Dengan adanya pertemuan ini, paling tidak bisa menampung keluhan
masyarakat. Dan masyarakat juga bisa menjalin kerja sama yang baik
terhadap perusahaan,” ungkap Zainal.
Beragam apresiasi dan masukan berharga juga disampaikan Kades Sumber
Baru, Yulia dan Kades Mulya Jaya, Amroni yang menyoroti pentingnya
sinergi dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban sosial masyarakat
dan perusahaan. “Maraknya pencurian baik yang dialami masyarakat atau
pencurian buah sawit terhadap kebun perusahaan, bahkan tindak
kriminalitas lain misalnya yang baru-baru ini dialami para pelajar yang
melakukan perjalanan ke sekolah, harus menjadi kewaspadaan semua,
terutama memasuki Idul Fitri ini,” tekan perwakilan kades.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara resmi mengoperasikan
Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) pertama di Indonesia.
Pembangkit listrik ini memanfaatkan tongkol jagung sebagai sumber energi
utama untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.
Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan operasional PLTB itu disaksikan
Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga, dan Wakil Gubernur
Gorontalo, Idris Rahim serta GM PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono
pada Senin (21/7/2014). PLTB itu memiliki kapasitas 500 kilo watt (kW)
y
Menurut Santoso Januwarsono, ide awal pembangunan PLTB ini karena
ditantang oleh Vickner Sinaga pada 2 tahun lalu untuk bisa menghasilkan
listrik dengan melihat potensi lokal Gorontalo. "PLTB Pulubala ini
menjadi salah satu upaya nyata PLN untuk menggunakan kearifan lokal.
Apalagi Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil
jagung terbesar di Indonesia," ujarnya.
Dahlan Iskan berharap PLTB Pulubala menjadi awal hadirnya
pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia. "PLTB Pulubala ini masih
sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik
masyarakat kita. Nanti akan dibangun lebih banyak lagi pembangkit
listrik biomassa dengan kapasitas bervariasi, mulai dari 500 kW bahkan
hingga diatas 1 MW. Bahan bakarnya pun bisa dari apa saja, tidak
terbatas tongkol jagung, tapi dari cangkang sawit, pelepah kayu dan
sebagainya" ujarnya.
Saat ini pertumbuhan ekonomi di Gorontalo mencapai 7,76 persen, sehingga
kebutuhan listriknya naik 11,36 persen per tahun. Biaya Pokok Produksi
(BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan BBM adalah Rp 2.900/kWh
sedangkan jika menggunakan PLTB Tongkol Jagung ini, bisa ditekan menjadi
Rp 1.058/kWh.
Beban listrik di Gorontalo saat ini mencapai 78 MW untuk melayani
187.000 pelanggan, diantaranya 70.000 pelanggan di seluruh propinsi
Gorontalo telah menggunakan layanan listrik prabayar. Saat ini listrik
di Gorontalo telah terhubung dalam sistem interkoneksi 150 kV Sulutgo
(Sulawesi Utara-Gorontalo).

